Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Iran dan AS Sama-Sama Kukuh soal Selat Hormuz, Uranium, Pencabutan Sanksi

AS dan Iran masih berselisih soal Selat Hormuz, uranium yang diperkaya, dan pencabutan sanksi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Bobby Wiratama

Ringkasan Berita:
  • AS dan Iran masih berselisih soal Selat Hormuz, uranium yang diperkaya, dan pencabutan sanksi.
  • Donald Trump menegaskan Selat Hormuz harus tetap menjadi perairan internasional dan menolak pelonggaran sanksi bagi Iran.
  • Iran menolak mundur dari tuntutannya dan menyatakan tetap mempertahankan hak pengayaan uranium serta kendali atas Selat Hormuz.


TRIBUNNEWS.COM - Iran dan Amerika Serikat tampaknya masih jauh dari kata sepakat setelah kedua negara tetap bersikukuh pada poin-poin kunci dalam proposal perdamaian.

Mengutip Iran International, Presiden AS Donald Trump mengatakan Selat Hormuz akan terbuka untuk semua negara dalam kesepakatan apa pun dengan Iran dan tidak akan dikendalikan oleh negara mana pun.

Ia juga menolak kemungkinan pelonggaran sanksi atau pencairan aset Iran yang dibekukan.

Berbicara dalam rapat kabinet di Gedung Putih, Rabu (27/5/2026), Trump mengatakan Selat Hormuz merupakan perairan internasional dan Amerika Serikat akan memantau jalur air tersebut.

“Tidak, selat itu akan terbuka untuk semua orang. Itu perairan internasional. Tidak ada yang akan mengendalikannya,” kata Trump.

“Kita akan mengawasinya.”

Rekomendasi Untuk Anda

Trump mengatakan Iran ingin mengendalikan selat tersebut, tetapi hal itu tidak akan diizinkan.

“Mereka ingin mengendalikannya. Tidak ada yang akan mengendalikannya. Itu perairan internasional,” katanya.

Ditanya mengenai peran Oman, Trump mengatakan Oman harus bertindak seperti negara lain, sembari memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan menggunakan kekuatan jika diperlukan.

“Oman akan berperilaku seperti negara lain, dan kita harus menghancurkan mereka. Mereka mengerti itu. Mereka akan baik-baik saja,” kata Trump.

Trump mengatakan Amerika Serikat memiliki pasokan energi yang cukup dan menggambarkan krisis Hormuz sebagai masalah global karena banyak negara lain lebih bergantung pada aliran energi melalui wilayah tersebut.

Ia mengatakan harga minyak akan turun dan berpendapat bahwa tanpa serangan AS, Iran akan segera memperoleh senjata nuklir.

Baca juga: Khotbah Idul Adha di Tehran, Ayatollah Khatami Tegaskan Iran Tak Akan Tunduk pada AS, Sentil Trump

“Jika kita tidak menyerang mereka dengan pesawat pengebom B-2, Iran akan memiliki senjata nuklir dalam waktu dua minggu sejak hari itu karena mereka sudah siap,” kata Trump.

Ia juga membela keputusannya sebelumnya untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir era Obama dengan mengatakan Iran akan memperoleh dan menggunakan senjata nuklir jika hal itu tidak dilakukan.

“Itu akan menghancurkan Israel. Itu akan menghancurkan seluruh Timur Tengah. Dan itu tidak akan pernah terjadi,” kata Trump.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas