Ketegangan Pecah Lagi, IRGC Klaim Tembak Drone Reaper AS usai Serangan CENTCOM ke Iran
IRGC mengklaim menembak drone MQ-9 Reaper AS setelah CENTCOM menyerang target Iran dekat Selat Hormuz.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Bobby Wiratama
Ringkasan Berita:
- Ketegangan Iran-AS kembali memanas setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) melancarkan serangan baru ke Iran selatan.
- Sebagai balasan, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim berhasil menembak jatuh drone MQ-9 Reaper dan menargetkan jet tempur AS yang memasuki wilayah udara Iran.
- Eskalasi ini meningkatkan kekhawatiran runtuhnya gencatan senjata rapuh yang telah berlangsung sejak April 2026.
TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan militer antara Iran dan Amerika Serikat (ASS) kembali pecah meski kedua negara masih berada dalam masa gencatan senjata sementara.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menembak jatuh drone militer Amerika Serikat jenis MQ-9 Reaper.
Iran juga mengaku menargetkan satu jet tempur dan drone lain yang disebut memasuki wilayah udaranya.
Dilansir Al Jazeera, insiden itu terjadi hanya sehari setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) melancarkan serangan baru ke Iran selatan.
Serangan tersebut menargetkan lokasi rudal dan kapal yang diduga hendak memasang ranjau laut di sekitar Selat Hormuz.
CENTCOM menyebut operasi itu dilakukan sebagai langkah “pertahanan diri”.
“Serangan dilakukan untuk melindungi pasukan AS dari ancaman pasukan Iran,” demikian pernyataan CENTCOM.
IRGC Klaim Tembak Drone Reaper AS
Media pemerintah Iran menyebut pasukan IRGC berhasil menjatuhkan drone MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat pada Selasa (27/5/2026).
Baca juga: 5 Populer Internasional: IRGC Tembak Jatuh Drone MQ-9 Reaper - Kasus Kejahatan WNI di Tokyo Naik
Drone itu diklaim memasuki wilayah udara Iran saat ketegangan di Teluk Persia kembali meningkat.
Selain drone, Iran juga mengaku melepaskan tembakan ke arah jet tempur dan pesawat nirawak lain yang dianggap melanggar wilayah udara mereka.
Teheran menegaskan pihaknya memiliki hak “sah dan pasti” untuk membalas setiap pelanggaran gencatan senjata.
Hingga kini, Washington belum memberikan konfirmasi resmi terkait klaim jatuhnya drone tersebut.
Namun insiden ini langsung memperburuk situasi keamanan di kawasan Selat Hormuz.
Selat Hormuz Kembali Jadi Titik Panas
Sejak gencatan senjata diumumkan pada 8 April 2026, Iran masih mempertahankan kontrol ketat atas jalur pelayaran di Selat Hormuz.