Komandan Intelijen Hamas Mohammad Odeh Tewas Bersama Istri dan Tiga Anak
Komandan intelijen Hamas Mohammad Odeh tewas dalam serangan Israel di Gaza bersama istri dan tiga anaknya.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Garudea Prabawati
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan Odeh adalah kepala intelijen Hamas saat serangan tersebut berlangsung.
Militer Israel menuduh Odeh “memainkan peran sentral dalam perencanaan dan koordinasi serangan 7 Oktober.”
Israel Katz menegaskan operasi terhadap Hamas akan terus berlanjut.
“Kami berjanji Hamas tidak akan memiliki kendali militer atau sipil atas Gaza, dan itu akan terjadi,” kata Katz seperti dikutip dari Xinhua.
Pemakaman Odeh dan keluarganya digelar di Kota Gaza pada Rabu, 27 Mei 2026.
Baca juga: Soal GSF Diintersep Tentara Zionis Israel: Hamas Kecam, Netanyahu Bangga
Ribuan warga menghadiri prosesi pemakaman sambil membawa bendera Hamas di tengah reruntuhan bangunan akibat perang.
Seorang kerabat Odeh, Abu Al-Abd Odeh, mengatakan kematian para pemimpin Hamas tidak akan menghentikan perjuangan Palestina.
“Perjuangan rakyat Palestina akan terus berlanjut di semua tingkatan,” ujarnya saat prosesi pemakaman menurut Times of Israel.
Pejabat kesehatan Gaza menyebut serangan yang menewaskan Odeh juga menyebabkan sedikitnya tiga orang lain tewas dan lebih dari 20 warga terluka.
Bangunan apartemen di kawasan Rimal, Kota Gaza, dilaporkan hancur akibat serangan tersebut.
Konflik Israel-Hamas yang berlangsung sejak Oktober 2023 terus memicu gelombang korban sipil dan militer di kedua pihak tanpa tanda mereda.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)