Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Iran Tak Kehabisan Taring, Sistem Arash-e Kamangir Disebut Bisa Lumpuhkan Drone Reaper

Iran kembali mengejutkan dunia, meski digempur berbulan-bulan, Iran disebut masih punya pertahanan udara yang bikin AS waspada.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Ringkasan Berita:
  • Iran mengklaim berhasil menembak jatuh drone MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat menggunakan sistem pertahanan udara baru bernama Arash-e Kamangir di dekat Selat Hormuz.
  • Klaim tersebut memicu perhatian internasional karena muncul setelah berbulan-bulan serangan AS dan Israel terhadap fasilitas militer Iran.
  • Sejumlah analis menilai Iran masih memiliki kemampuan pertahanan udara bergerak yang sulit dilumpuhkan sepenuhnya.

 

 

TRIBUNNEWS.COM - Iran mengklaim berhasil menjatuhkan drone MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat (AS) menggunakan sistem pertahanan udara baru bernama Arash-e Kamangir di dekat Selat Hormuz.

Dilansir Al Jazeera, insiden itu disebut menjadi penggunaan tempur pertama sistem pertahanan udara lokal Iran tersebut sejak diperkenalkan.

Media Iran menyebut drone pengintai milik AS itu ditembak jatuh di sekitar Pulau Qeshm, kawasan strategis yang berada di jalur pelayaran Selat Hormuz.

Klaim tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat meski pembicaraan gencatan senjata masih berlangsung.

Rekomendasi Untuk Anda

Kantor berita semi-resmi Iran, Fars News Agency, mengatakan Arash-e Kamangir digunakan untuk mencegat “target musuh” di wilayah udara sensitif Iran.

Iran menggambarkan sistem tersebut memiliki kemampuan deteksi siluman, meski belum banyak detail teknis yang dipublikasikan ke publik.

“Operasi ini adalah pesan yang jelas dan tegas dari Iran,” tulis Fars mengutip pernyataan pejabat yang tidak disebutkan namanya.

Nama Arash-e Kamangir diambil dari tokoh legenda Persia “Arash sang pemanah” yang dikenal dalam cerita rakyat Iran sebagai simbol pertahanan wilayah dari ancaman asing.

Hingga kini belum ada verifikasi independen terkait klaim penembakan drone tersebut.

Baca juga: Ketegangan Pecah Lagi, IRGC Klaim Tembak Drone Reaper AS usai Serangan CENTCOM ke Iran

Sejumlah analis mengatakan Iran memang masih memiliki sistem pertahanan udara bergerak yang dirancang untuk menghadapi drone dan pesawat pengintai.

Klaim Iran itu langsung menarik perhatian karena MQ-9 Reaper merupakan salah satu drone paling penting milik militer Amerika Serikat.

Drone buatan General Atomics tersebut selama ini digunakan untuk misi pengawasan, pengintaian, hingga serangan presisi di berbagai kawasan konflik Timur Tengah.

MQ-9 Reaper dikenal mampu terbang dalam durasi panjang dengan membawa sensor pengintai canggih dan persenjataan rudal berpemandu.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas