Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Miliaran Dolar Hanya Janji, Program Board of Peace Gagasan Trump Terancam Kolaps

Board of Peace bentukan Trump terancam kolaps! Dana miliaran dolar untuk rekonstruksi Gaza belum cair di tengah krisis kemanusiaan.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Editor: Nuryanti

Disisi lain, beberapa negara donor utama seperti Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab memang telah menyatakan komitmen bantuan miliaran dolar AS.

Namun hingga kini belum ada kepastian kapan dana tersebut benar-benar akan disalurkan ke rekening resmi program rekonstruksi.

Asal Usul Board of Peace

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya memperkenalkan program bernama Board of Peace sebagai forum internasional yang dibentuk untuk mengkoordinasikan rekonstruksi Gaza pasca perang besar antara Israel dan Hamas.

Pembentukan dewan tersebut muncul setelah konflik berkepanjangan di Gaza menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur, rumah warga, fasilitas kesehatan, sekolah, hingga jaringan listrik dan air bersih.

Situasi kemanusiaan yang semakin memburuk mendorong munculnya berbagai dukungan internasional untuk membangun kembali wilayah Palestina tersebut.

Trump kemudian menawarkan Board of Peace sebagai wadah baru yang disebut akan mengumpulkan dana internasional sekaligus mengatur proses pembangunan kembali Gaza setelah gencatan senjata diberlakukan.

Dalam konsep awalnya, dewan tersebut dirancang menjadi lembaga internasional yang bekerja sama dengan Bank Dunia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengelola bantuan rekonstruksi. 

Rekomendasi Untuk Anda

Program itu juga dipromosikan sebagai simbol stabilitas baru di Timur Tengah setelah perang besar yang mengguncang kawasan.

Namun sejak awal pembentukannya, Board of Peace langsung menuai kontroversi di tingkat global.

Donald Trump diketahui mengirim undangan kepada banyak negara dan tokoh dunia untuk bergabung dalam dewan tersebut, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin.

Langkah itu memicu perhatian karena Rusia selama ini bukan bagian utama dari forum diplomasi Barat terkait konflik Timur Tengah.

Selain Rusia, Trump juga mengundang sejumlah negara yang selama ini tidak terlalu aktif dalam proses diplomasi Gaza maupun perundingan Timur Tengah.

Situasi ini membuat banyak pengamat internasional mempertanyakan arah politik dan tujuan utama pembentukan dewan tersebut.

Akibat berbagai hambatan itu, Board of Peace kini dinilai berada dalam posisi sulit. Program yang sebelumnya diharapkan menjadi simbol perdamaian dan pembangunan Gaza justru terancam kehilangan momentum sebelum proyek rekonstruksi benar-benar berjalan.

Sementara itu, kebutuhan pembangunan kembali Gaza terus meningkat dari hari ke hari. PBB dan Uni Eropa sebelumnya memperkirakan wilayah tersebut membutuhkan lebih dari 71 miliar dolar AS dalam satu dekade mendatang untuk membangun kembali rumah warga, fasilitas kesehatan, sekolah, infrastruktur listrik, dan layanan publik lainnya.

Dengan belum cairnya bantuan internasional dan konflik yang masih berlanjut, masa depan rekonstruksi Gaza kini dipenuhi ketidakpastian. 

Dunia internasional pun terus memantau apakah Board of Peace mampu bertahan sebagai forum rekonstruksi atau justru akan gagal sebelum menjalankan misinya.

(Tribunnews.com / Namira)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas