Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jepang Makin Mesra dengan NATO, Perwira SDF Resmi Dikirim ke Ukraina

Jepang resmi kirim perwira SDF ke komando NATO Ukraina. Tokyo ingin pelajari perang modern di tengah ancaman Rusia, China, dan Korea Utara.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Ringkasan Berita:
  • Tokyo mengirim empat perwira Pasukan Bela Diri Jepang ke markas NATO di Jerman untuk membantu koordinasi bantuan dan pelatihan militer bagi Ukraina.
  • Pemerintah Jepang menilai perang Rusia-Ukraina memberi pelajaran penting tentang teknologi drone, pertahanan siber, dan strategi perang modern untuk memperkuat pertahanan nasionalnya.
  • Meningkatnya ancaman dari Rusia, Korea Utara, dan China membuat Jepang semakin dekat dengan NATO melalui kerja sama pertahanan, militer, dan keamanan Indo-Pasifik.

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Jepang untuk pertama kalinya mengirim perwira Pasukan Bela Diri Jepang atau Self-Defense Forces (SDF) ke komando NATO yang menangani dukungan keamanan untuk Ukraina.

Langkah ini diumumkan langsung oleh Kementerian Pertahanan Jepang yang menyatakan bahwa negaranya telah mengirim empat perwira SDF ke Organisasi Bantuan dan Pelatihan Keamanan NATO untuk Ukraina atau NSATU.

Mengutip dari Japan Times, Komando tersebut berbasis di kota Wiesbaden dan dibentuk NATO pada Juli 2024 untuk mengatur koordinasi bantuan keamanan serta pelatihan bagi militer Ukraina di tengah perang melawan Rusia.

Empat perwira yang dikirim terdiri dari dua personel Pasukan Bela Diri Darat, satu personel Pasukan Bela Diri Udara, dan satu personel Pasukan Bela Diri Maritim.

Meski ditempatkan di komando NATO, Jepang menegaskan para perwira itu tidak akan terlibat langsung dalam operasi tempur di Ukraina.

Tugas utama mereka hanyalah membantu koordinasi pengiriman peralatan militer, pelatihan keamanan, serta menjadi penghubung dengan negara-negara mitra NATO lainnya.

Jepang Ingin Pelajari “Cara Baru Perang” dari Ukraina

Rekomendasi Untuk Anda

Lebih lanjut pengiriman perwira Pasukan Bela Diri Jepang atau SDF ke komando NATO turut dimaksudkan untuk memperkuat kemampuan pertahanan Jepang sendiri.

Pemerintah di Tokyo ingin mempelajari secara langsung berbagai pengalaman perang modern yang terjadi dalam konflik Ukraina dan Rusia.

Jepang menilai perang tersebut telah mengubah banyak pola pertempuran global, terutama dalam penggunaan teknologi militer terbaru dan strategi perang modern.

Baca juga: Drone Rusia yang Diluncurkan ke Ukraina Jatuh di Rumania, Disebut Insiden Terburuk, Dikecam NATO

Konflik di Ukraina dinilai memberikan pelajaran penting mengenai munculnya “cara baru perang” yang kini semakin bergantung pada teknologi drone, sistem pertahanan siber, intelijen digital, hingga koordinasi lintas negara sekutu dalam operasi keamanan.

Menurut Kementerian Pertahanan Jepang, pengalaman Ukraina menghadapi invasi Rusia menjadi contoh nyata bagaimana peperangan modern tidak lagi hanya bergantung pada kekuatan senjata konvensional, tetapi juga kemampuan teknologi dan kerja sama internasional.

Karena itu, Tokyo ingin memanfaatkan keterlibatan di komando NATO untuk memahami lebih dalam pola perang masa kini sekaligus meningkatkan kesiapan pertahanan nasional Jepang menghadapi ancaman regional.

Meningkatnya hubungan antara Jepang dan NATO tidak terlepas dari kekhawatiran bersama terhadap perkembangan situasi keamanan global yang semakin kompleks.

Jepang dan negara-negara NATO kini memandang keamanan kawasan Eropa dan Indo-Pasifik sebagai dua hal yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.

Kekhawatiran tersebut semakin meningkat setelah hubungan militer antara Rusia dan Korea Utara dilaporkan semakin erat dalam beberapa tahun terakhir.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas