Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sempat Kena Semprot Trump, Israel Akhirnya Mau Berunding dengan Lebanon

Sempat kena amukan dari Presiden AS Donald Trump, akhirnya Israel mau berunding dengan Lebanon untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Nuryanti
zoom-in Sempat Kena Semprot Trump, Israel Akhirnya Mau Berunding dengan Lebanon
khaberni/HO
BERUNDING - Konflik Israel dan gerakan perlawanan Lebanon, Hizbullah memuncak dan mengarah ke perang skala besar sebagai imbas Perang Gaza. Setelah mendapatkan 'semprotan' dari Presiden AS Donald Trump, Israel akhirnya mau berunding dengan Lebanon. 

Ringkasan Berita:
  • Israel dan Lebanon akhirnya duduk bersama untuk membahas perundingan damai di Washington, DC, AS, Selasa (2/6/2026).
  • Perundingan damai keduanya ini terjadi setelah Presiden AS, Donald Trump 'ngamuk' kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
  • Trump sempat memaki dan memarahi Netanyahu akibat tindakannya di Lebanon beberapa waktu lalu.

TRIBUNNEWS.COM - Perwakilan diplomatik Israel dan Lebanon akhirnya duduk bersama untuk membahas perundingan damai.

Perundingan damai keduanya ini terjadi setelah Presiden AS, Donald Trump 'ngamuk' kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Sebelumnya, Trump sempat memaki dan memarahi Netanyahu akibat tindakannya di Lebanon beberapa waktu lalu.

Trump menilai tindakan militer Israel di bawah komando Netanyahu sudah di luar batas dan tidak proporsional.

Dalam panggilan telepon, Trump bahkan mengeluarkan kata-kata kasar kepada Netanyahu.

"B***ngan, apa yang kau lakukan?" bentak Trump kepada Netanyahu di sambungan telepon, Senin (1/6/2026), dikutip dari Axios.

Rekomendasi Untuk Anda

Kini, Israel akhirnya mau duduk bersama dengan Lebanon untuk membahas perundingan damai di Washington, DC, AS, Selasa (2/6/2026).

Pertemuan yang dimediasi oleh Departemen Luar Negeri AS ini direncanakan berlangsung selama dua hari.

Ini merupakan perundingan tahap keempat yang mempertemukan duta besar kedua negara, mengingat Israel dan Lebanon tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dan secara teknis berada dalam status perang sejak 1948.

Mengutip The Times of Israel, seusai sesi hari pertama, pihak Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi adanya sinyal positif.

Perwakilan AS menyebutkan adanya "kemajuan" menuju pembentukan kesepakatan konkrit di lapangan.

Baca juga: Muncul Isu Perseteruan AS-Israel Imbas Teguran Trump ke Netanyahu, Analis: Kebijakan yang Terpenting

Berdasarkan keterangan seorang pejabat yang terlibat, salah satu opsi yang sedang digodok adalah pembentukan "zona uji coba" di wilayah konflik.

Melalui skema ini, pertempuran akan dihentikan secara total di titik-titik geografis tertentu, disusul penarikan mundur pasukan Pasukan Pertahanan Israel (IDF), dan pengambilalihan wilayah oleh tentara resmi Lebanon.

Jika berhasil, zona uji coba ini akan diperluas menjadi gencatan senjata permanen di seluruh Lebanon.

Seiring dengan bergulirnya negosiasi di Washington, situasi di garis depan dilaporkan mulai mendingin meskipun kontak senjata minor masih sesekali terjadi.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas