Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

PBB Peringatkan Seluruh Dunia untuk Hadapi El Nino dalam Waktu Dekat

PBB melalui WMO memperingatkan bahwa fenomena El Nino berpeluang besar kembali terjadi pada paruh kedua 2026

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Endra Kurniawan

Ringkasan Berita:
  • PBB melalui WMO memperingatkan bahwa fenomena El Nino berpeluang besar kembali terjadi pada paruh kedua 2026
  • Fenomena ini dapat memicu cuaca ekstrem di berbagai wilayah dunia.
  • El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tropis yang dapat mengubah pola cuaca global, termasuk meningkatkan risiko hujan ekstrem dan kekeringan.

TRIBUNNEWS.COM - Dunia harus bersiap menghadapi kembalinya fenomena El Nino beserta cuaca ekstrem yang menyertainya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan.

Dilansir Guardian, fenomena cuaca alami yang kuat ini dapat meningkatkan suhu global dan memperburuk pola curah hujan.

Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada Selasa (2/6/2026) memperkirakan peluang El Nino terbentuk mencapai 80 persen sebelum September dan 90 persen sebelum November.

World Meteorological Organization (WMO) merupakan badan khusus PBB yang bertugas mengoordinasikan kerja sama internasional di bidang ilmu atmosfer, klimatologi, hidrologi, dan geofisika.

WMO menemukan bahwa sebagian besar model iklim memproyeksikan kembalinya fenomena El Nino dengan kekuatan setidaknya sedang, bahkan berpotensi kuat.

Sebelumnya, sejumlah ilmuwan telah memperingatkan bahwa El Nino kali ini bisa menjadi yang terkuat abad ini.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, WMO belum mendukung proyeksi tersebut dan menegaskan bahwa prakiraan masih berada dalam periode ketidakpastian.

“Sebarannya luas,” kata Sekretaris Jenderal WMO, Celeste Saulo.

“Ada model yang tidak memberikan indikasi El Nino yang kuat, sementara yang lain menunjukkannya.”

Baca juga: BMKG Waspadai Kebakaran Hutan dan Lahan di 6 Provinsi Buntut El Nino dan Kemarau Terjadi Bersamaan

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan dunia harus menganggap perkembangan ini sebagai peringatan iklim yang mendesak.

“Kondisi El Nino akan menambah bahan bakar pada api pemanasan global,” katanya.

“Dampaknya akan terasa lebih keras, menyebar lebih jauh, dan melintasi perbatasan dengan kecepatan yang menghancurkan.”

El Nino terakhir, yang terjadi pada 2023–2024, merupakan salah satu dari lima peristiwa El Nino terkuat yang pernah tercatat dan berkontribusi terhadap rekor suhu global pada 2024.

WMO mengatakan suhu yang sangat tinggi diperkirakan terjadi di hampir seluruh wilayah dunia dalam tiga bulan ke depan.

WMO juga memperingatkan meningkatnya risiko curah hujan ekstrem dan kekeringan.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas