Zelenskyy Kirim Surat Terbuka ke Putin, Tawari Pertemuan Langsung dan Gencatan Senjata
Presiden Ukraina Zelenskyy mengirim surat terbuka kepada Putin untuk mengadakan pertemuan langsung dan membahas gencatan senjata.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
Ringkasan Berita:
- Zelensky menawarkan pertemuan langsung dengan Putin dan mengusulkan gencatan senjata serta pertukaran tawanan sebagai langkah awal perdamaian.
- Kremlin merespons dengan membuka peluang dialog di Moskow, meski Putin disebut belum melihat surat tersebut.
- Donald Trump menyambut positif rencana pertemuan dan menilai kedua pihak perlu melakukan konsesi.
- Putin sendiri menyatakan Rusia siap damai, tetapi menuntut Ukraina berkompromi dan menilai kondisi militer masih menguntungkan Rusia.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy kembali mengambil langkah diplomatik dengan menawarkan pertemuan langsung kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.
Dalam surat terbuka yang disampaikan pada Kamis, Zelensky menegaskan bahwa Ukraina siap mengakhiri perang melalui dialog langsung, sekaligus membuka peluang gencatan senjata menyeluruh selama proses negosiasi berlangsung.
“Ukraina mengusulkan untuk mengakhiri perang ini melalui dialog langsung antara kami dan Anda. Saya mengusulkan pertemuan,” ujar Zelensky dalam surat tersebut, Kamis (5/6/2026).
Menurut Zelensky, gencatan senjata komprehensif dapat menjadi fondasi penting untuk menghentikan konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun dan menimbulkan korban besar di kedua pihak.
Ia juga menyoroti bahwa situasi geopolitik global saat ini membuat perhatian Amerika Serikat terbagi, termasuk pada ketegangan di kawasan Timur Tengah, sehingga menurutnya momentum perdamaian di Eropa tidak seharusnya tertunda.
Selain mengusulkan pertemuan langsung, Zelensky juga menawarkan pertukaran tawanan perang secara menyeluruh sebagai langkah awal membangun kepercayaan antara kedua negara.
Ia menilai proses kemanusiaan ini penting, termasuk upaya pemulangan warga sipil dan anak-anak Ukraina yang disebut masih berada dalam situasi penahanan akibat perang.
Dalam pernyataannya, Zelensky juga menyinggung besarnya kerugian yang dialami militer Rusia, dengan klaim bahwa puluhan ribu tentara telah tewas atau terluka sejak konflik berlangsung.
Meski demikian, ia menekankan bahwa fokus utama Ukraina adalah membuka jalan menuju penyelesaian damai melalui diplomasi, bukan memperpanjang perang, lapor Al Jazeera.
Baca juga: Merasa Dicueki Tim Negosiasi AS, Zelenskyy: Iran Nomor 1, Ukraina Cuma Nomor 2
Respons Kremlin
Menanggapi surat terbuka tersebut, Kremlin memberikan respons yang cukup terbuka namun tetap tegas.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan bahwa Presiden Ukraina dipersilakan untuk bertemu Presiden Vladimir Putin kapan saja di Moskow. Namun ia juga menambahkan bahwa Putin sendiri belum melihat isi surat tersebut.
“Zelensky dapat datang ke Moskow kapan saja,” ujar Dmitry Peskov, menandakan bahwa Rusia tidak sepenuhnya menutup pintu dialog, meskipun belum ada kesepakatan mengenai format atau lokasi pertemuan resmi.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyambut positif perkembangan ini. Ia menyebut kemungkinan pertemuan antara Zelensky dan Putin sebagai langkah yang baik dan berpotensi membuka jalan menuju perdamaian.
Trump juga menekankan bahwa kedua pihak perlu bersedia melakukan konsesi jika ingin mencapai kesepakatan yang nyata.
“Saya senang mereka mungkin membicarakan tentang mengadakan pertemuan. Saya pikir itu akan sangat bagus jika mereka bertemu,” ujar Trump di Gedung Putih, sembari menegaskan bahwa Amerika Serikat memiliki peran penting dalam proses tersebut.