Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Trump Ingin Bertemu Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, Begini Respons Teheran

Trump buka peluang bertemu Mojtaba Khamenei jika negosiasi Iran-AS capai kesepakatan, syarat utama hentikan nuklir.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Glery Lazuardi
zoom-in Trump Ingin Bertemu Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, Begini Respons Teheran
Tangkapan layar YouTube NBC News
DONALD TRUMP - Presiden AS Donald Trump isyaratkan siap bertemu Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei bila tercapai kesepakatan. 

"Itu sempat runtuh dan kami akan menanganinya segera setelah kami selesai," kata Trump saat ditanya mengenai situasi di Kuba.

"Kami akan menangani Republik Islam Iran. Dan setelah itu selesai, dalam perjalanan kembali, kami akan singgah sebentar," tambahnya.

Pernyataan tersebut muncul tak lama setelah Departemen Keuangan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel serta sejumlah orang yang berada di lingkaran dalam kekuasaan Havana.

Beberapa nama yang masuk daftar sanksi antara lain istri Diaz-Canel, Lis Cuesta Peraza, putranya Manuel Anido Cuesta, serta Alejandro Castro Espin yang merupakan putra mantan pemimpin Kuba Raul Castro.

Selain individu, sejumlah lembaga pemerintah dan perusahaan milik negara Kuba juga turut dikenai sanksi baru oleh Washington.

Trump membantah bahwa sanksi tersebut bertujuan mempercepat kemunduran Kuba. Menurutnya, Amerika Serikat hanya ingin melihat Kuba menjadi negara yang mampu mengelola pemerintahan dan memenuhi kebutuhan rakyatnya.

"Kami hanya ingin mereka menjadi negara yang dikelola dengan baik dan mampu memberi makan rakyatnya. Lihat saja, itu adalah negara yang gagal," kata Trump.

Rekomendasi Untuk Anda

Hubungan Amerika Serikat dan Kuba sendiri telah berlangsung penuh ketegangan selama beberapa dekade, ditandai embargo ekonomi serta berbagai gelombang sanksi yang kerap diberlakukan Washington dengan alasan hak asasi manusia dan tata kelola pemerintahan.

Respons Iran 

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan kesediaannya untuk bertemu dengan Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, apabila negosiasi antara Washington dan Teheran membuahkan kesepakatan.

Araghchi meminta publik melihat kemungkinan tersebut secara realistis dan sesuai kondisi yang terjadi di lapangan. Ia juga menegaskan bahwa Mojtaba Khamenei saat ini memegang kendali penuh atas jalannya pemerintahan Republik Islam Iran.

Dalam keterangannya kepada media Iran, Araghchi menjelaskan bahwa alasan Mojtaba Khamenei belum banyak tampil di ruang publik berkaitan dengan faktor keamanan.

Menurutnya, lembaga keamanan Iran telah menyarankan agar pemimpin tertinggi baru tersebut membatasi kemunculan publik demi menghindari potensi ancaman terhadap keselamatannya.

Meski demikian, Araghchi memastikan komunikasi antara pemerintah dan Mojtaba Khamenei berjalan intensif serta arahan-arahannya terus menjadi dasar pengambilan kebijakan negara.

“Mojtaba Khamenei kini adalah pemimpin Republik Islam Iran dan memiliki peran yang sangat dekat serta berpengaruh dalam perkembangan negara,” kata Araghchi.

“Ia memiliki kendali penuh atas berbagai urusan,” lanjutnya.

Loyalitas kepada Pemimpin Baru

Sesuai Minatmu
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas