Mungkinkah Putin dan Zelensky Bertemu Langsung untuk Akhiri Perang Rusia-Ukraina?
Volodymyr Zelenskyy mengusulkan pertemuan langsung dengan Vladimir Putin untuk membahas jalan keluar dari perang Rusia-Ukraina
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Endra Kurniawan
Ringkasan Berita:
- Volodymyr Zelenskyy mengusulkan pertemuan langsung dengan Vladimir Putin untuk membahas jalan keluar dari perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.
- Namun, para analis menilai peluang pertemuan tersebut sangat kecil
- Putin masih mempertanyakan legitimasi Zelenskyy dan enggan menunjukkan kesediaan untuk berkompromi.
TRIBUNNEWS.COM - Setelah lebih 4 tahun pertempuran antara Ukraina dan Rusia, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy kini menyerukan diakhirinya perang.
Indonesia pernah secara terbuka menawarkan diri untuk berperan sebagai penengah atau mediator dalam perang Rusia-Ukraina, terutama pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo pada 2022-2023.
Pada Juni 2022, Jokowi mengunjungi Kyiv dan bertemu Presiden Volodymyr Zelenskyy.
Setelah itu, ia pergi ke Moskow untuk bertemu Presiden Vladimir Putin.
Mengutip artikel Setkab.go.id pada 1 Juli 2022, kunjungan ke Ukraina dan Rusia merupakan manifestasi komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi.
Dalam pernyataannya, Jokowi mengatakan bahwa ia menyampaikan pesan Zelenskyy kepada Putin dan menegaskan komitmen Indonesia untuk menjadi mediator antara kedua pemimpin tersebut.
Kini, dalam sebuah surat terbuka yang dipublikasikan bersamaan dengan saat Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara dalam Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg, Zelenskyy mengatakan bahwa akan menjadi kesalahan jika hanya menunggu hingga perang di Eropa kembali menjadi fokus perhatian Amerika Serikat.
Zelenskyy menambahkan bahwa perdamaian hanya dapat terwujud melalui keterlibatan langsung antara Ukraina dan Rusia.
Sebagai tanggapan, Kremlin menyatakan bahwa Zelenskyy dapat datang ke Moskow kapan saja jika ingin mengadakan pembicaraan.
Baca juga: Isi Lengkap Surat Terbuka Zelensky ke Putin: Tulisan Panjang Bernada Peringatan Sekaligus Ajakan
Namun, mungkinkah Putin dan Zelenskyy benar-benar bertemu tatap muka?
Mengutip Firstpost, hal tersebut dinilai sangat tidak mungkin terjadi.
Sebab, Putin secara konsisten mempertanyakan legitimasi Presiden Ukraina tersebut.
Pejabat Rusia pun jarang menyebut nama Zelenskyy dan lebih memilih menggunakan istilah "rezim Kyiv".
Bahkan, saat berbicara kepada wartawan asing di St. Petersburg sesaat sebelum surat terbuka Zelenskyy dirilis, Putin kembali mempertanyakan legitimasi pemimpin Ukraina itu.
Ia mengatakan bahwa status Zelenskyy sebagai pemimpin sah Ukraina perlu dianalisis, mengingat masa jabatan lima tahunnya secara formal sudah berakhir pada 2024.
Selain itu, Ukraina juga pernah menuduh Rusia mengirim tim pembunuh untuk menargetkan Zelenskyy pada minggu-minggu awal perang tahun 2022.
Penasihat Presiden Ukraina, Mykhailo Podolyak, mengatakan Zelenskyy selamat dari belasan upaya pembunuhan pada tahun pertama invasi skala penuh.
Orysia Lutsevich, Direktur Program Rusia dan Eurasia di Chatham House, juga mencatat bahwa Putin telah berulang kali menuduh Zelenskyy sebagai seorang Nazi.
Karena itu, menurutnya kepada CNN, bertemu langsung dengan Zelenskyy akan menjadi perubahan sikap yang sangat besar dan sulit dijelaskan kepada publik Rusia.
Para ahli lain mencatat bahwa Putin menghindari pertemuan langsung dengan Zelenskyy bukan hanya karena alasan politik, tetapi juga untuk menghindari kesan bahwa dirinya bersedia berkompromi.
Bagi Putin, konflik ini bukan sekadar persoalan negosiasi dengan Ukraina, melainkan juga bagian dari konfrontasi dengan Barat.
Bagaimana Jika Putin Bersedia?
Namun, jika Putin setuju untuk bertemu Zelenskyy, apa yang bisa diharapkan?
Pertemuan keduanya pada 2019 mungkin dapat memberikan gambaran.
Saat itu, pertempuran masih berlangsung di wilayah Donbas, tempat pasukan Ukraina memerangi kelompok separatis yang didukung Rusia sejak 2014.
Keduanya bertemu di Paris pada Desember 2019 dalam KTT Format Normandia, sebuah forum informal yang dibentuk oleh Prancis, Jerman, Rusia, dan Ukraina setelah konflik di Donbas dimulai.
Ketika itu, Zelenskyy baru beberapa bulan menjabat sebagai presiden setelah mengalahkan Petro Poroshenko, pengusaha sekaligus mantan Menteri Luar Negeri Ukraina.
Pertemuan tersebut berakhir tanpa hasil berarti.
Baca juga: Jawaban Menohok Rusia Saat Zelensky Mau Temui Langsung Putin: Silakan ke Moskow Kapan Saja
Putin dan Zelenskyy gagal mencapai kesepahaman terkait urutan pelaksanaan poin-poin penting dalam rencana perdamaian.
Zelenskyy menginginkan gencatan senjata permanen dan pengamanan perbatasan Ukraina-Rusia dilakukan terlebih dahulu sebelum pemilihan regional yang akan memberikan otonomi kepada wilayah tertentu.
Sebaliknya, Putin bersikeras bahwa pemilihan harus dilakukan lebih dulu.
Selain itu, Putin juga menolak mengakui bahwa Rusia merupakan pihak yang terlibat langsung dalam konflik tersebut.
Akibatnya, pembicaraan dalam Format Normandia mengalami kebuntuan.
Sebagian besar analis meyakini bahwa jika Putin dan Zelenskyy kembali bertemu secara langsung, hasilnya kemungkinan tidak akan jauh berbeda karena kedua pihak masih enggan mengalah dari posisi masing-masing.
Surat Zelenskyy
Dilansir Sky News, saat Vladimir Putin menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg, Volodymyr Zelenskyy menulis pesan panjang yang berisi kritik terhadap pemimpin Rusia tersebut.
Dalam surat terbuka yang dipublikasikan di president.gov.ua dengan panjang lebih dari 1.800 kata, Zelenskyy memberikan penilaian yang lugas mengenai jalannya perang yang dilancarkan Rusia.
Ia menyoroti berbagai kegagalan Rusia dan meningkatnya frustrasi masyarakat Rusia terhadap kepemimpinan Putin, sebelum mengusulkan pertemuan langsung untuk mengakhiri perang.
Zelenskyy memulai suratnya dengan menyindir Putin terkait serangan drone Ukraina yang mencapai wilayah penyelenggaraan forum di St. Petersburg setelah menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer.
Menurutnya, jarak bukan lagi batas kemampuan Ukraina.
Ia juga mengatakan Putin mulai kehilangan dukungan di dalam negeri karena masyarakat Rusia semakin tidak nyaman dengan perang yang membawa konsekuensi negatif bagi negara mereka.
Zelenskyy menulis bahwa warga Rusia tidak menyukai serangan drone dan rudal Ukraina, kelangkaan bahan bakar, kenaikan harga yang terus-menerus, berbagai pembatasan, serta kemungkinan mobilisasi militer baru.
Menurutnya, Putin juga menghadapi tekanan besar untuk memulihkan ekonomi Rusia meskipun perang belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.
"Anda tidak akan memiliki cukup uang atau modal politik untuk terus membeli loyalitas warga Rusia seperti yang telah Anda lakukan selama 26 tahun terakhir," tulis Zelenskyy.
Zelenskyy: Kerugian Rusia Tak Tertahankan
Zelenskyy mengaku menerima laporan mengenai kerugian pasukan Rusia selama Mei yang jumlahnya melebihi 30.000 tentara tewas dan terluka parah.
"Kami telah mempertahankan tingkat tersebut bulan demi bulan, dan kami memiliki konfirmasi video untuk setiap kerugian Anda. Ini bukan klaim kosong."
"Kami tahu bahwa 63 persen dari kerugian Anda di medan perang adalah korban tewas, sementara hanya 37 persen yang terluka. Di abad ke-21, tidak ada tentara yang mampu menanggung rasio seperti itu. Dan proporsi korban tewas akan terus meningkat."
Menargetkan Putin secara pribadi, Zelenskyy mengatakan usia mulai memengaruhi pemimpin Rusia tersebut dan seiring waktu kelelahan publik terhadapnya hanya akan semakin besar.
Baca juga: Ukraina Ungkap Rusia Mau Lanjut Perang hingga Tahun 2027 atau 2028
Zelenskyy Usulkan Pertemuan
Pemimpin Ukraina itu meminta Putin agar tidak takut mencari jalan keluar dari perang dan mengusulkan pertemuan tatap muka guna merundingkan akhir konflik.
"Para pemimpinlah yang menyelesaikan masalah-masalah kunci. Itu selalu terjadi, dan akan selalu terjadi."
"Saya mengusulkan untuk menetapkan tanggal yang jelas untuk pertemuan tersebut."
Sementara itu, menurut kantor berita TASS, Vladimir Putin telah menerima laporan mengenai surat terbuka Volodymyr Zelenskyy tersebut.
"Ya, semalam kami telah menyerahkan versi tertulisnya kepada Putin. Apa yang muncul di media juga telah diteruskan kepada presiden, dan dia telah meninjaunya. Presiden telah diberi pengarahan," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, Jumat (5/6/2026).
Peskov mengatakan Putin kemungkinan akan mengomentari surat tersebut dalam sesi pleno Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg pada hari yang sama.
Saat Zelenskyy menerbitkan surat terbukanya, Putin sedang berbicara dengan sejumlah perwakilan media internasional di sela-sela forum tersebut.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.