Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

AS Lancarkan Serangan ke Radar Iran, Kawasan Selat Hormuz Makin Panas

AS menggempur radar Iran di dekat Selat Hormuz, ledakan mengguncang Teluk dan ancaman perang besar Timur Tengah kembali memanas.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Nuryanti

Situasi di kawasan Teluk pun masih berada dalam kondisi tegang di tengah meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Gencatan Senjata AS-Iran Terancam Gagal

Konflik terbaru antara Amerika Serikat dan Iran menunjukkan bahwa gencatan senjata yang telah berlaku sejak April lalu masih berada dalam kondisi rapuh.

Meski kedua negara sempat menyepakati penghentian sementara konflik, upaya diplomasi untuk mencapai perdamaian permanen hingga kini belum menunjukkan hasil yang signifikan.

Situasi di kawasan Teluk dan Laut Oman masih dipenuhi ketegangan. Amerika Serikat dan Iran terus saling menuduh melakukan provokasi militer yang dinilai dapat memperburuk kondisi keamanan regional.

Pada Jumat sebelumnya, militer Iran mengklaim telah menembakkan “rudal peringatan” ke arah dua kapal perusak milik Amerika Serikat yang berada di Teluk Oman.

Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh pihak militer AS yang menyebut tidak ada serangan terhadap kapal mereka.

Di tengah meningkatnya ketegangan itu, Kuwait juga mengumumkan bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat sekitar 30 rudal balistik. 

Rekomendasi Untuk Anda

Pemerintah Kuwait menyebut serangan tersebut sebagai bagian dari “agresi Iran” yang mengancam stabilitas kawasan.

Meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran kini memicu kekhawatiran dunia internasional.

Banyak pihak menilai situasi tersebut dapat berdampak besar terhadap stabilitas global, terutama sektor ekonomi dan energi dunia.

Selat Hormuz yang berada di kawasan konflik merupakan jalur utama distribusi minyak internasional.

Jika ketegangan terus meningkat, harga minyak dunia dikhawatirkan akan mengalami lonjakan akibat terganggunya jalur perdagangan energi global.

Tidak hanya itu, sejumlah negara di kawasan Teluk kini mulai meningkatkan kesiagaan militernya untuk mengantisipasi kemungkinan serangan lanjutan.

Pengamanan di berbagai fasilitas penting, termasuk pelabuhan dan pangkalan militer, juga dilaporkan diperketat.

Pengamat internasional menilai kondisi saat ini sangat berbahaya karena kesalahan kecil saja dapat memicu konflik yang lebih besar di Timur Tengah.

Dunia internasional kini menunggu langkah selanjutnya dari Amerika Serikat dan Iran, apakah kedua negara akan kembali melanjutkan perundingan damai atau justru memperluas konflik yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

(Tribunnews.com / Namira)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas