Timnas Iran Berangkat ke Meksiko Jelang Piala Dunia, AS Belum Terbitkan Visa untuk Beberapa Staf
Timnas Iran berangkat ke Meksiko untuk persiapan Piala Dunia 2026, tetapi sejumlah staf dan pejabat federasi masih belum memperoleh visa AS
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Suci BangunDS
Ringkasan Berita:
- Timnas Iran berangkat ke Meksiko untuk persiapan Piala Dunia 2026, tetapi sejumlah staf dan pejabat federasi masih belum memperoleh visa Amerika Serikat.
- Federasi Sepak Bola Iran menuduh AS melakukan diskriminasi dan berencana membawa persoalan tersebut ke FIFA, sementara pemain dan pelatih telah memperoleh visa.
- Iran telah menetapkan 26 pemain untuk Piala Dunia 2026, dengan Mehdi Taremi masuk skuad dan Sardar Azmoun tetap dicoret dari tim.
TRIBUNNEWS.COM - Tim sepak bola Iran untuk Piala Dunia berangkat dari Turki menuju markas latihan mereka di Meksiko pada Sabtu (6/6/2026), lapor CBS News.
Beberapa anggota rombongan dilaporkan masih belum memiliki visa Amerika Serikat.
Padahal, tiga pertandingan fase grup yang akan mereka jalani di AS akan digelar akhir bulan ini.
Sama seperti Indonesia, warga negara Iran wajib memiliki visa untuk masuk ke Amerika Serikat.
Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Hedayat Mombeini, dan wakil presidennya, Mehdi Mohammad Nabi, termasuk di antara 14 staf dan pejabat yang belum memiliki visa AS, menurut televisi pemerintah Iran.
Belum jelas apakah Presiden FFIRI, Mehdi Taj, telah memperoleh visa.
Partisipasi timnas Iran dalam Piala Dunia 2026 menjadi rumit akibat perang yang melibatkan Iran.
Masalah dalam pemrosesan visa sebelumnya membuat Iran memindahkan basis pelatihannya dari Tucson, Arizona, ke Tijuana, Meksiko, yang berbatasan dengan California.
FFIRI menuduh AS melakukan tindakan balas dendam dengan menolak visa bagi anggota manajerial dan administratif utama tim.
"Keputusan tersebut secara efektif telah menolak kesempatan bagi tim nasional Iran untuk mendapatkan lapangan bermain yang setara dan kompetisi yang bebas dari diskriminasi," demikian pernyataan FFIRI di situs resminya.
Baca juga: FIFA Rilis Lokasi Latihan 48 Negara, Timnas Iran Menepi dari Amerika Serikat
FFIRI menambahkan bahwa mereka akan menindaklanjuti masalah tersebut melalui otoritas sepak bola dunia, FIFA.
Sementara itu, Kedutaan Besar Iran di Ankara menanggapi unggahan media sosial Duta Besar AS, Tom Barrack, yang sebelumnya mengucapkan selamat kepada staf kedutaan atas pemrosesan visa tim Iran.
"Anda tidak dapat menutupi perilaku yang melanggar peraturan FIFA dan melanggar kewajiban Amerika Serikat sebagai tuan rumah hanya dengan memuji diri sendiri," demikian bunyi unggahan Iran tersebut.
"Ini merupakan bentuk campur tangan yang paling buruk dan bias secara politik dalam olahraga."
Seorang pejabat AS sebelumnya mengatakan kepada Associated Press bahwa seluruh pemain tim Iran telah disetujui untuk memperoleh visa.