Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Israel Balas Serang Iran, Ledakan Keras Terdengar di Teheran

Ledakan keras terdengar di berbagai kota di Iran, termasuk ibu kota Teheran, pada Senin (8/6/2026).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Israel Balas Serang Iran, Ledakan Keras Terdengar di Teheran
YouTube CRUX
TEHERAN DISERANG - Tangkapan layar menunjukkan Israel menyerang Ibu Kota Iran, Teheran pada Selasa (24/6/2025) lalu. Israel kembali menyerang Iran hari ini dengan alasan sebagai serangan balasan. 

Ringkasan Berita:
  • Ketegangan Timur Tengah kembali meningkat setelah Israel melancarkan serangan balasan ke Iran Senin (8/6/2026).
  • Laporan dilaporkan terdengar di Teheran, Isfahan, dan Tabriz.
  • Militer Israel mengklaim bermaksud fasilitas militer di Iran, meskipun sebelumnya Donald Trump disebut meminta Israel menahan diri.
  • Serangan ini terjadi sehari setelah Iran meluncurkan rudal ke Israel, memicu eskalasi baru pascagencatan senjata April lalu.

TRIBUNNEWS.COM, IRAN - Kondisi di Timur Tengah kembali memanas.

Israel membalas serangan Iran.

Ledakan keras terdengar di berbagai kota di Iran, termasuk ibu kota Teheran, pada Senin (8/6/2026).

Menurut laporan media lokal, ledakan terdengar di dekat Bandara Internasional Mehrabad serta di kota Isfahan dan Tabriz.

Kantor berita Iran, ISNA, melaporkan dua ledakan kuat terdengar di Teheran. 

Sedangkan militer Israel menyatakan pihaknya menyerang "target-target militer" di wilayah barat dan tengah Iran

Rekomendasi Untuk Anda

Israel klaim menyerang sejumlah target militer di Iran. 

Serangan itu tetap dilakukan Israel meski Presiden AS Donald Trump  menginstruksikan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk tidak membalas serangan rudal Iran.

Sehari sebelumnya Iran menyerang berbagai kota di Israel.

Konfrontasi langsung pertama antara kedua pihak sejak gencatan senjata 8 April.

Markas Pusat Khatam Al-Anbiya Iran menyatakan serangan ini diluncurkan setelah Israel mengebom Distrik Dahiyeh di wilayah selatan Beirut.

Serangan Israel tersebut diketahui menewaskan dua orang dan menimbulkan sekitar 20 korban luka.

Khatam Al-Anbiya menegaskan Beirut tidak boleh disentuh oleh Israel.

Serangan ke Beirut disebut akan memicu eskalasi dan perluasan serangan ke berbagai wilayah.

"Kami sebelumnya telah mengingatkan bahwa jika kejahatan di pinggiran Beirut meluas, kami akan menyerang target-target di darah pendudukan (Israel)," demikian pernyataan Khatam Al-Anbiya dikutip Al Jazeera.

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas