Harga Minyak Melonjak! Serangan Netanyahu ke Iran dan Lebanon Guncang Pasar Dunia
Harga minyak dunia melonjak usai Israel serang Iran dan Lebanon. Ancaman krisis energi global hingga gangguan Selat Hormuz makin dikhawatirkan.
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
Ringkasan Berita:
- Harga minyak dunia melonjak lebih dari 4 persen setelah Israel menyerang fasilitas petrokimia Mahshahr di Iran dan target militer lainnya.
- Serangan Israel dilakukan sebagai balasan atas rudal balistik Iran, meski Presiden AS Donald Trump sebelumnya meminta Benjamin Netanyahu menahan diri demi menjaga peluang gencatan senjata.
- Pasar global semakin cemas karena ancaman gangguan di Selat Hormuz yang menjadi jalur utama perdagangan minyak dunia.
TRIBUNNEWS.COM - Harga minyak dunia kembali melonjak tajam setelah konflik di Timur Tengah semakin memanas akibat serangan Israel ke fasilitas strategis Iran dan wilayah Lebanon.
Eskalasi terbaru ini memicu kekhawatiran besar terhadap pasokan energi global dan stabilitas ekonomi dunia.
Pada penutupan perdagangan Senin (8/6/2026), harga minyak mentah Brent sebagai acuan internasional naik lebih dari 4 persen dan menyentuh level 96,15 dolar AS per barel.
Sementara mengutip The Guardian minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) milik Amerika Serikat ikut melonjak menjadi 93,48 dolar AS per barel.
Lonjakan harga terjadi setelah Israel mengkonfirmasi serangan terhadap kompleks petrokimia Mahshahr di barat daya Iran, bersamaan dengan operasi militer lain yang menargetkan fasilitas pendukung militer Teheran.
Situasi tersebut memperlihatkan bahwa konflik Israel-Iran kini telah memasuki fase yang lebih berbahaya karena mulai menyasar infrastruktur energi strategis.
Israel Serang Pabrik Petrokimia Iran
Militer Israel menyebut serangan dilakukan sebagai respons atas peluncuran rudal balistik Iran ke wilayah Israel beberapa waktu sebelumnya.
Kompleks petrokimia Mahshahr diketahui merupakan salah satu pusat industri energi terpenting Iran. Selain menjadi kawasan produksi petrokimia besar, fasilitas tersebut juga berperan penting terhadap pendapatan ekonomi negara.
Pejabat provinsi Iran mengatakan sebagian area pabrik mengalami kerusakan akibat serangan udara tersebut. Media pemerintah Iran bahkan melaporkan sedikitnya lima jalur produksi terkena hantaman proyektil.
Baca juga: Trump Tegur Netanyahu: Saya Bosnya, Bukan Anda, Kesepakatan Iran Ditentukan AS
Bagi Israel, menyerang fasilitas strategis seperti Mahshahr dinilai dapat memberikan tekanan besar kepada Iran, baik secara ekonomi maupun logistik militer.
Selain alasan keamanan, Israel juga disebut ingin membatasi pengaruh Iran di kawasan Timur Tengah.
Selama ini Iran dikenal mendukung kelompok bersenjata seperti Hizbullah di Lebanon dan Houthi di Yaman yang dianggap mengancam keamanan Israel.
Karena itu, Israel berupaya melemahkan sumber kekuatan ekonomi Iran, terutama sektor energi yang menjadi tulang punggung pendapatan negara tersebut.
Trump Minta Netanyahu Menahan Diri
Serangan Israel terjadi meski Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan telah meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menahan diri dari operasi militer lanjutan.
Trump diketahui tengah mendorong upaya diplomasi demi menjaga peluang terciptanya kesepakatan damai dengan Teheran.