Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-1566: Damai Tinggal Selangkah, Moskow Ngotot Minta Kyiv Lepas Donbas
Perang Rusia-Ukraina memasuki hari ke-1.566, Presiden Volodymyr Zelensky mengungkap Roman Abramovich pernah diam-diam datang ke Kyiv.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Bobby Wiratama
Meski berbagai upaya mediasi terus dilakukan, kedua pihak masih terpaut jauh dalam tuntutan politik dan teritorial.
Zelensky Bertemu Pemimpin Eropa, Ukraina Siapkan Tameng Hadapi Rudal Oreshnik Rusia
Zelensky bertemu para pemimpin Inggris, Prancis, dan Jerman di London untuk membahas ancaman rudal balistik hipersonik Oreshnik milik Rusia.
Pertemuan tersebut menghasilkan seruan mendesak untuk mempercepat produksi sistem pertahanan udara dan pencegat rudal.
Dalam pernyataan bersama, para pemimpin Eropa menegaskan perlunya pengembangan kemampuan anti-rudal balistik dan serangan jarak jauh.
Langkah itu dinilai penting untuk menghadapi ancaman baru dari persenjataan Rusia yang semakin canggih.
Namun, tidak ada rincian mengenai pendanaan maupun mekanisme pelaksanaan program tersebut.
Zelensky dijadwalkan melanjutkan agenda diplomatiknya dengan bertemu Raja Charles pada Senin.
Kekurangan sistem pertahanan udara Ukraina menjadi masalah serius dalam beberapa bulan terakhir.
Situasi itu diperparah oleh menipisnya stok persenjataan Amerika Serikat akibat keterlibatannya dalam perang melawan Iran.
Akibatnya, warga sipil Ukraina semakin rentan terhadap serangan rudal balistik Rusia.
Drone Rusia Hantam Area Nuklir Chernobyl, Pesan Keras Moskow ke Ukraina
Baca juga: Mungkinkah Putin dan Zelensky Bertemu Langsung untuk Akhiri Perang Rusia-Ukraina?
Sebuah drone Rusia menyerang fasilitas penyimpanan bahan bakar nuklir bekas di dekat pembangkit listrik Chernobyl, Ukraina.
Insiden itu terjadi pada akhir pekan di tengah meningkatnya perang serangan udara jarak jauh antara kedua negara.
Meski fasilitas tersebut sedang tidak menyimpan kontainer bahan bakar nuklir, serangan ke lokasi sensitif itu memicu kekhawatiran internasional.
Pengamat menilai penargetan area Chernobyl bukan sekadar serangan militer biasa.
Aksi tersebut diduga menjadi sinyal politik dan militer dari Moskow kepada Kyiv.