Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Xi Jinping ke Pyongyang setelah 7 Tahun, China Bergerak saat Kim Jong Un Makin Dekat ke Putin

Xi Jinping tiba di Pyongyang setelah tujuh tahun, membawa misi mempererat hubungan China-Korea Utara yang sempat merenggang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Ringkasan Berita:
  • Presiden China, Xi Jinping melakukan kunjungan langka ke Korea Utara untuk bertemu Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un.
  • Pertemuan keduanya terjadi di tengah meningkatnya kedekatan Pyongyang dengan Rusia.
  • Beijing berupaya mengembalikan pengaruhnya atas sekutu lamanya sekaligus mengamankan kepentingan strategis di Asia Timur Laut.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden China, Xi Jinping tiba di Korea Utara (Korut) untuk kunjungan kenegaraan selama dua hari yang langsung menjadi perhatian dunia.

Dilansir The Guardian, lawatan tersebut merupakan kunjungan pertama Xi ke Pyongyang dalam hampir tujuh tahun sekaligus perjalanan luar negeri pertamanya pada 2026.

Xi dijadwalkan bertemu pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un pada Senin (8/6/2026) di Pyongyang.

Pertemuan itu berlangsung ketika hubungan China dan Korea Utara mengalami fase yang rumit akibat dampak pandemi Covid-19 serta meningkatnya kerja sama militer antara Pyongyang dan Moskow.

"Korea Utara adalah satu-satunya sekutu resmi China berdasarkan perjanjian pertahanan," tulis The Guardian.

Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan kedua negara disebut merenggang setelah perdagangan lintas batas sempat membeku dan Korea Utara semakin dekat dengan Rusia.

Rekomendasi Untuk Anda

Kunjungan Xi juga bertepatan dengan peringatan 65 tahun Perjanjian Persahabatan dan Bantuan Timbal Balik China-Korea Utara, yang hingga kini masih menjadi satu-satunya perjanjian pertahanan formal yang dimiliki Beijing.

Baca juga: Presiden Cina Xi Jinping Sambangi Korea Utara Pekan Depan

China Khawatir Kim Terlalu Dekat dengan Putin

Kunjungan Xi terjadi ketika hubungan Rusia dan Korea Utara mencapai titik paling erat dalam beberapa dekade terakhir.

Pyongyang diketahui mengirim lebih dari 10.000 tentara untuk membantu Rusia dalam perang Ukraina.

Sebagai imbalannya, Rusia dituding memberikan dukungan teknologi militer canggih kepada Korea Utara.

Pada 2024, Moskow dan Pyongyang juga menandatangani pakta pertahanan bersama.

Peneliti senior Asia Society, John Delury, menilai Beijing tidak ingin kehilangan pengaruhnya.

"Dalam propaganda Korea Utara, kedekatan dengan Rusia dipuji karena lahir dari perang yang dijalani bersama. Sementara hubungan dengan China lebih bernuansa nostalgia," katanya kepada The Guardian.

"Mereka tidak ingin kedekatan Korea Utara dengan Rusia melampaui hubungan dengan China."

Menurut Delury, salah satu tujuan utama Xi adalah memastikan Korea Utara tidak semakin jauh dari orbit pengaruh Beijing.

Ada Bayang-bayang Trump di Balik Pertemuan Xi-Kim

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas