Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Dulu Saling Bantu Serang Iran, Kini Hubungan AS dan Israel Makin Tegang, Ada Apa?

Hubungan antara Presiden AS Donald Trump dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan memanas. Ada apa?

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Dulu Saling Bantu Serang Iran, Kini Hubungan AS dan Israel Makin Tegang, Ada Apa?
Facebook The White House
HUBUNGAN MERENGGANG - Tangkapan layar The White House pada Selasa (8/7/2025), memperlihatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kanan) dan Presiden AS Donald Trump (kiri) berfoto di Gedung Putih, pada hari Senin (7/7/2025). Hubungan antara Trump dengan Netanyahu dilaporkan semakin merenggang gara-gara perang Iran. 

Trump menyatakan bahwa dalam urusan geopolitik Timur Tengah saat ini, dirinyalah yang memegang kendali penuh atas keputusan strategis, bukan sekutu dekatnya itu.

"Saya yang memegang kendali di sini. Saya penentu semua kebijakan, dia (Netanyahu) bukan," tegas Trump dalam wawancaranya bersama Financial Times.

Ketegangan sempat memuncak setelah Israel dan Iran kembali terlibat aksi saling serang, menyusul gempuran jet tempur Israel ke wilayah Beirut, Lebanon.

Iran langsung membalas dengan meluncurkan rudal ke kota Haifa.

Beruntung, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden tersebut.

Melalui platform media sosial miliknya, Trump optimistis kesepakatan damai komprehensif untuk mengakhiri perang di Timur Tengah sudah di depan mata.

Baca juga: Netanyahu Abaikan Permintaan Trump: Israel Serang Iran, Ledakan Terdengar di Tehran, Isfahan, Tabriz

Ia menyebut kedua belah pihak sebenarnya sama-sama menginginkan gencatan senjata permanen.

Rekomendasi Untuk Anda

"Negosiasi akhir menuju 'Perdamaian' sedang berjalan, kecuali jika dirusak oleh kebodohan atau ketidaktahuan," tulis Trump.

Meski menjanjikan perdamaian, Trump menegaskan AS tidak akan melunakkan posisinya begitu saja.

Blokade ekonomi terhadap pelabuhan-pelabuhan utama Iran dipastikan akan tetap berlaku penuh sampai dokumen kesepakatan resmi ditandatangani.

AS bersikeras bahwa syarat mutlak perdamaian adalah jaminan penuh bahwa Iran tidak akan pernah mengembangkan senjata nuklir.

Di sisi lain, Iran juga mengajukan tuntutan berat sebagai kompensasi perdamaian.

Teheran mendesak pencabutan seluruh sanksi internasional, pengembalian aset negara senilai miliaran dolar yang dibekukan AS, serta pengakuan internasional atas otoritas penuh Iran di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital minyak dunia.

(Tribunnews.com/Whiesa)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas