7 Fakta Aksi Protes di Belfast, Irlandia Utara: Bermula dari Insiden Penikaman oleh Imigran
Penikaman yang dilakukan seorang pria asal Sudan terhadap seorang warga di Belfast memicu gelombang protes dan kerusuhan di Irlandia Utara.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Suci BangunDS
Ringkasan Berita:
- Penikaman yang dilakukan seorang pria asal Sudan terhadap seorang warga di Belfast memicu gelombang protes dan kerusuhan di Irlandia Utara.
- Polisi menyatakan insiden tersebut tidak terkait terorisme, sementara korban masih dirawat dalam kondisi serius di rumah sakit.
- Kerusuhan yang menyusul penikaman membuat komunitas imigran khawatir menjadi sasaran di tengah meningkatnya sentimen anti-imigrasi.
TRIBUNNEWS.COM - Seorang pria di Belfast, Irlandia Utara, mengalami luka parah pada kepada dan lehernya setelah ditikam seorang pria pada Senin (8/6/2026) malam waktu setempat.
Irlandia Utara merupakan bagian dari Britania Raya yang terletak di timur laut Pulau Irlandia dan berbatasan darat dengan negara Irlandia.
Pelaku penikaman diketahui berasal dari Sudan dan berusia sekitar 30 tahun, sementara korban adalah warga lokal berusia 40-an tahun.
Insiden tersebut memicu aksi protes anti-imigran di Belfast.
Mengutip Sky News, berikut fakta-fakta mengenai peristiwa tersebut.
1. Kronologi Kejadian
Berdasarkan video yang beredar di media sosial, pelaku menyerang korban dengan menusuk bagian kepala dan leher saat korban tergeletak di tanah.
Beberapa orang, termasuk seorang pria yang membawa tongkat hurling, terlihat menahan pelaku sebelum polisi tiba di lokasi.
Penikaman terjadi di kawasan Kinnaird Avenue, dekat Antrim Road yang ramai di Belfast Utara.
Kepolisian Irlandia Utara (PSNI) mengatakan sebuah pisau dapur ditemukan di lokasi kejadian.
Baca juga: Sosok Henry Nowak, Mahasiswa Inggris yang Tewas setelah Diborgol Polisi saat Mengaku Ditikam
2. Identitas Pelaku
Pelaku merupakan pria asal Sudan berusia sekitar 30 tahun.
Polisi sebelumnya menyatakan mereka menduga pelaku berasal dari Somalia.
Kepala Kepolisian PSNI, Jon Boutcher, mengatakan pelaku memperoleh izin tinggal di Inggris pada 28 September 2023.
Ia diyakini melakukan perjalanan dari Sudan ke Paris, kemudian terbang ke Dublin, Irlandia sebelum melanjutkan perjalanan dengan bus ke Belfast pada 10 Februari 2023.
Di Belfast, ia mengajukan permohonan suaka.
"Tidak ada jejak tersangka ini di basis data keamanan nasional kami, dan ia tidak dikenal oleh Kepolisian Irlandia Utara," kata Boutcher.