Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pentagon Dilanda Krisis Kepercayaan, Pejabat Sebut Kepemimpinan Hegseth Bermasalah

Laporan CNN menyebut Pentagon mengalami budaya ketakutan, paranoia, dan ketidakpercayaan sejak Pete Hegseth menjabat sebagai Menteri Pertahanan AS.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Pentagon Dilanda Krisis Kepercayaan, Pejabat Sebut Kepemimpinan Hegseth Bermasalah
Instagram
MENTERI PERTAHANAN AS - Potret Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth dalam postingan di Instagram pribadinya pada 5 Mei 2026. (Instagram @petehegseth) 

Ringkasan Berita:
  • Laporan CNN menyebut Pentagon mengalami budaya ketakutan, paranoia, dan ketidakpercayaan sejak Pete Hegseth menjabat sebagai Menteri Pertahanan AS. 
  • Sejumlah pejabat mengklaim pemecatan mendadak dan kerahasiaan berlebihan telah menghambat pengambilan keputusan serta operasional militer. 
  • Namun Pentagon membantah tuduhan tersebut dan menyatakan perubahan kepemimpinan diperlukan untuk menyelaraskan institusi dengan prioritas pemerintah.

 

TRIBUNNEWS.COM - Budaya kerahasiaan, paranoia, dan ketidakpercayaan disebut semakin merajalela di Pentagon di bawah kepemimpinan Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth. Menurut sebuah laporan, kondisi tersebut telah menghambat pengambilan keputusan dan mengurangi kesiapan institusi pertahanan Amerika Serikat.

Mantan pembawa acara Fox News itu dilaporkan telah memecat lebih dari dua lusin perwira senior, menyingkirkan seorang sekretaris Angkatan Laut, serta secara langsung ikut campur dalam proses promosi personel di keempat cabang militer AS, menurut laporan CNN.

Sebanyak 15 pejabat Pentagon, baik yang masih aktif maupun yang sudah tidak menjabat, menggambarkan budaya ketidakpercayaan dan paranoia yang berkembang sejak Hegseth mengambil alih kepemimpinan Departemen Pertahanan. Mereka mengatakan kepada CNN bahwa personel militer harus menandatangani perjanjian kerahasiaan dan menjalani tes poligraf untuk memperoleh informasi mengenai operasi tertentu.

Seorang pejabat senior Pentagon mengatakan bahwa setiap tindakan staf selalu diperhitungkan dengan satu pertanyaan utama: apakah hal tersebut akan membantu mempertahankan posisi Hegseth atau justru membahayakannya.

"Semua yang kami lakukan setiap hari dihitung berdasarkan apakah itu akan membuat atasan tetap menjabat atau justru menyebabkan dia kehilangan pekerjaannya," ujar pejabat tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia menambahkan bahwa pertimbangan semacam itu sangat tidak biasa dan memengaruhi hampir setiap keputusan yang diambil.

Salah satu contoh yang disebutkan adalah pemecatan Kepala Staf Angkatan Darat AS, Randy George. Menurut laporan, George meminta pertemuan langsung dengan Hegseth pada 1 April, tetapi sehari kemudian justru diberhentikan melalui panggilan telepon singkat.

Tak lama setelah percakapan tersebut berakhir, jurnalis CBS News, Jennifer Jacobs, mengunggah kabar pemecatan George di platform X. Hal itu membuat George harus mengonfirmasi sendiri berita tersebut kepada stafnya.

"Orang-orang sudah melihat unggahan itu. Situasinya canggung karena semua orang memandangnya, menunggu apa yang akan dia katakan," ujar seorang pejabat Pentagon.

Menurut sumber tersebut, George menyampaikan kabar itu secara tenang dan bahkan berusaha mencairkan suasana. Setelah itu, satu per satu anggota staf datang untuk berjabat tangan atau memeluknya.

Baca juga: AS Habiskan Rp508 Triliun selama Perang dengan Iran, Hegseth Minta Dana Lagi Rp26.280 Triliun

"Suasananya muram, seolah-olah ada seseorang yang meninggal dunia," kata pejabat tersebut.

Tingginya pergantian pejabat di Pentagon, terutama pemecatan George, memicu kekhawatiran di kalangan anggota parlemen dari kedua partai politik utama AS.

Menteri Angkatan Darat AS, Dan Driscoll, bahkan memuji pengabdian George selama 42 tahun saat menghadiri sidang Komite Alokasi Anggaran DPR AS bulan lalu.

Namun, ketika diminta menjelaskan alasan pemecatan tersebut, Hegseth hanya mengatakan bahwa sangat sulit mengubah budaya sebuah departemen yang menurutnya telah rusak oleh perspektif yang keliru jika tetap dipimpin oleh para perwira lama.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas