Karier Politik Netanyahu di Ujung Tanduk, 61 Persen Warga Israel Ogah Bibi Maju Lagi
Karier politik Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu sudah berada di ujung tanduk. Sebanyak 61 persen warga Israel ogah ia maju lagi.
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Ringkasan Berita:
- Karier politik Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu saat ini tengah berada di ujung tanduk.
- Keraguan atas majunya Netanyahu di pemilu tak hanya datang dari publik Israel, melainkan juga disuarakan langsung oleh sekutu dekatnya, Presiden AS Donald Trump.
- Sikap skeptis publik Israel terhadap Netanyahu bermuara dari akumulasi kekecewaan mendalam dalam beberapa tahun terakhir.
TRIBUNNEWS.COM - Gejolak politik di Israel kian memanas menjelang pemilu legislatif Knesset.
Kelanjutan karier politik Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, kini berada di ujung tanduk.
Menariknya, keraguan ini tidak hanya datang dari publik Israel, melainkan juga disuarakan langsung oleh sekutu terdekatnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Dalam pernyataannya pada Selasa (9/6/2026), Trump melontarkan pernyataan mengejutkan dengan menyebut masa depan politik Netanyahu masih menjadi "tanda tanya besar".
Netanyahu dinilai tengah menimbang-nimbang apakah dirinya masih memiliki ambisi untuk melanjutkan kepemimpinannya yang penuh kontroversi.
"Apakah dia (Netanyahu) ingin terus maju? Itu adalah sebuah pertanyaan terbuka," ujar Trump, mengutip The Times of Israel.
Sikap skeptis publik Israel terhadap Netanyahu bermuara dari akumulasi kekecewaan mendalam dalam beberapa tahun terakhir.
Isu kepemimpinan Netanyahu dipastikan akan menjadi komoditas politik utama sekaligus amunisi bagi pihak oposisi dalam pemilu mendatang.
Banyak pihak di dalam negeri menuding Netanyahu sebagai sosok yang paling bertanggung jawab atas kegagalan intelijen dan militer fatal, yang berujung pada serangan lintas batas oleh Hamas pada 7 Oktober 2023 lalu.
Selain dinilai gagal menjamin keamanan nasional, Netanyahu juga terus dihantam badai kritik terkait dugaan kasus korupsi, taktik politik yang memecah belah masyarakat, serta kebijakan-kebijakan domestik yang dituding mengikis pilar-pilar demokrasi di negara sekuler-religius tersebut.
Sinyal kejatuhan politik Netanyahu juga diperkuat oleh deretan survei elektabilitas partai.
Baca juga: Netanyahu Murka, Pecat Wakil Bos Mossad Gegara Gagal Jalankan Misi Rahasia Gulingkan Rezim Iran
Hampir seluruh jajak pendapat menunjukkan bahwa koalisi sayap kanan dan faksi-faksi keagamaan yang menyokong pemerintahan Netanyahu diproyeksikan bakal kehilangan kursi mayoritas di parlemen.
Sebaliknya, poros oposisi yang terdiri dari berbagai partai Zionis moderat dan kiri diprediksi mampu meraup kemenangan tipis.
Prediksi kejatuhan sang perdana menteri dipertegas oleh hasil survei nasional terbaru yang dirilis oleh Institut Demokrasi Israel (IDI).
Survei tersebut merekam sentimen anti-Netanyahu yang meluas di berbagai lapisan masyarakat.