Trump Murka! AS Bombardir Iran Buntut Jatuhnya Helikopter Apache di Hormuz
Trump murka usai helikopter Apache AS jatuh di Hormuz. Amerika bombardir Iran, Teheran balas serang pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
Ringkasan Berita:
- AS melancarkan serangan militer ke Iran usai helikopter Apache jatuh di Selat Hormuz, Trump menuding Teheran berada di balik insiden tersebut.
- CENTCOM mengklaim serangan menargetkan radar, sistem pertahanan udara, dan fasilitas militer Iran, sementara Tehran langsung membalas dengan serangan drone dan rudal ke aset AS di Timur Tengah.
- Eskalasi ini memicu kekhawatiran perang besar di Timur Tengah karena terjadi hanya sehari setelah AS memediasi gencatan senjata sementara antara Israel dan Iran.
TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat tajam setelah Amerika Serikat melancarkan serangan militer ke wilayah Iran pada Rabu (10/6/2026).
Serangan itu disebut sebagai aksi balasan setelah sebuah helikopter tempur AH-64 Apache milik militer Amerika yang sebelumnya dilaporkan jatuh di sekitar Selat Hormuz saat menjalankan patroli keamanan.
Dalam keterangan resminya, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi pihaknya telah melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas militer Iran yang berada di dekat Selat Hormuz.
CENTCOM menyebut operasi tersebut sebagai “serangan bela diri” yang dilakukan sebagai tanggapan atas apa yang mereka sebut sebagai agresi Iran yang tidak dapat dibenarkan.
Tak dirinci berapa total kerusakan yang dialami Iran namun CENTCOM mengklaim serangan rudal sejauh ini telah ditujukan ke sistem pertahanan udara Iran, stasiun kendali darat, hingga radar pengawasan militer yang berada di kawasan strategis Teluk Persia.
“Pasukan AS tetap siaga untuk membela diri terhadap agresi Iran yang tidak beralasan,” demikian pernyataan resmi CENTCOM.
Trump Janji Balas Penembakan Helikopter Apache
Adapun konflik panas ini bermula ketika helikopter Apache milik Angkatan Darat AS jatuh di perairan dekat Oman pada Selasa dini hari sekitar pukul 03.30 waktu setempat.
Donald Trump awalnya sempat meremehkan insiden tersebut dan mengatakan kedua pilot berhasil selamat tanpa luka serius.
Namun beberapa jam kemudian, Trump mengeluarkan pernyataan lebih keras dan menuduh Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab.
Baca juga: Operasi Nasr IRGC Kirim Sinyal Baru: Iran Kini Siap Hadapi Israel Secara Langsung
“Saya baru saja diberitahu bahwa Iran menembak jatuh salah satu helikopter Apache kita yang sangat canggih,” tulis Trump melalui platform Truth Social.
Trump menegaskan Amerika Serikat “harus merespons” serangan tersebut meski tidak menjelaskan bentuk aksi balasan yang akan dilakukan.
Media Amerika Serikat melaporkan keputusan Trump melakukan serangan akhirnya diambil setelah mendapat dorongan dari Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan pejabat militer senior Pentagon.
Iran Bombardir Balik Amerika
Tak lama setelah serangan AS terjadi, Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC langsung mengumumkan operasi balasan terhadap aset-aset militer Amerika di kawasan Timur Tengah.
Iran mengklaim menyerang Armada Kelima AS di Bahrain menggunakan drone tempur. Selain itu, IRGC juga mengaku melancarkan serangan tambahan ke pangkalan militer AS di Kuwait dan Yordania.
Salah satu target utama disebut berada di Pangkalan Al-Azraq, Yordania. Iran mengklaim hanggar jet tempur siluman F-35 serta pusat komando militer Amerika menjadi sasaran utama serangan rudal dan drone mereka.