Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Zelenskyy Akui Rudal Flamingo Ukraina Hantam Pabrik Militer Rusia

Presiden Ukraina Zelenskyy mengakui Ukraina meluncurkan rudal Flamingo yang menghantam pabrik militer Rusia pada Rabu dini hari.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Zelenskyy Akui Rudal Flamingo Ukraina Hantam Pabrik Militer Rusia
Facebook Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina
UKRAINA SERANG RUSIA - Gambar yang diunggah Facebook Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina pada Rabu (10/6/2026) memperlihatkan hasil kerusakan pada depot minyak Grushovaya, PLTN Krasnoarmeysk, dan SPBU Krasny Yar yang telah diklarifikasi. Presiden Ukraina Zelenskyy mengakui Ukraina meluncurkan rudal Flamingo yang menghantam pabrik militer Rusia pada Rabu dini hari. 

Ringkasan Berita:
  • Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan militernya menyerang pabrik militer VNIIR-Progress di Cheboksary, Kilang Minyak Kuibyshevsk di Samara, serta dua fasilitas minyak di wilayah Vladimir, Rusia.
  • Rudal FP-5 Flamingo dilaporkan menghantam pabrik yang memasok komponen drone dan rudal bagi militer Rusia.
  • Serangan juga memicu kebakaran di Kilang Kuibyshevsk dan merusak kapal tanker WEST Horizon di Laut Hitam.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Volodymyr Zelenskyy mengatakan personel militer Ukraina menyerang sebuah pabrik militer di Cheboksary, kilang minyak Kuibyshevsk, dan dua fasilitas infrastruktur minyak di wilayah Vladimir, Federasi Rusia.

Rudal jenis FP-5 Flamingo Ukraina menghantam pabrik Cheboksary, yang memasok komponen untuk drone dan rudal Rusia.

"Kami terus menerapkan sanksi jarak jauh Ukraina terhadap fasilitas militer Rusia dan industri minyak. Secara khusus, malam ini rudal FP-5 Flamingo Ukraina menghantam pabrik militer di Cheboksary, yang memasok komponen untuk drone dan rudal kepada tentara pendudukan. Terima kasih kepada Angkatan Bersenjata Ukraina atas ketepatannya!" tulis Zelenskyy, Rabu (10/6/2026).

Presiden Ukraina juga melaporkan serangan terhadap kilang minyak Kuibyshevsk di Samara, berjarak lebih dari 900 kilometer dari perbatasan.

Militer Ukraina juga menyerang dua fasilitas infrastruktur minyak di wilayah Vladimir, berjarak sekitar 700 kilometer dari perbatasan.

Penghancuran fasilitas-fasilitas ini juga dikonfirmasi oleh Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina melalui laman Facebook-nya.

Rekomendasi Untuk Anda

Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina mengatakan serangannya menghancurkan sejumlah fasilitas penting dalam industri militer dan bahan bakar Rusia.

Pada Rabu dini hari, serangan udara terjadi di pabrik VNIIR-Progress di kota Cheboksary, Rusia.

Pabrik VNIIR-Progress merupakan salah satu produsen utama peralatan navigasi untuk persenjataan presisi Rusia.

Perusahaan itu secara khusus memproduksi penerima navigasi satelit dan antena tipe Comet yang digunakan dalam drone serang Shahed ("Geran-2"), rudal jelajah Caliber, kompleks Iskander-M, serta modul perencanaan dan koreksi terpadu untuk bom udara, lapor Suspilne.

Baca juga: Rusia Diguncang Berbagai Ledakan, Pejabat Militer Tewas dalam Bom Mobil

Kilang Minyak Kuibyshevsk di Samara, salah satu fasilitas pengolahan minyak terbesar Rusia dengan kapasitas sekitar 3,7 juta ton per tahun, dilaporkan terkena serangan yang memicu kebakaran.

Kilang ini memproduksi bensin, solar, dan berbagai produk minyak bumi yang juga mendukung kebutuhan industri militer Rusia.

Di Laut Hitam, kapal tanker bayangan WEST Horizon yang digunakan Rusia untuk mengangkut minyak guna menghindari sanksi internasional turut diserang, mengakibatkan kerusakan pada baling-baling dan sistem kemudi.

Sementara itu, hasil pengintaian mengonfirmasi hancurnya 18 fasilitas penyimpanan dan tiga area terbuka di gudang amunisi Velikaya Izhora, Wilayah Leningrad, yang sebelumnya diserang pada 6 Juni.

Pada 10 Juni, serangkaian ledakan juga dilaporkan terjadi di Cheboksary dan Samara.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas