Wajah Teheran Setelah Saling Serang Iran-Israel: Antrean SPBU, Jalanan Padat, dan Taman Kota
Di Teheran, setelah Iran dan Israel adu tembak rudal, pasar, pusat perbelanjaan, dan berbagai fasilitas umum, kehidupan berjalan biasa.
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Wajah Teheran Setelah Saling Serang Iran-Israel: Antrean SPBU, Jalanan Padat, dan Taman Kota
Ringkasan Berita:
- Babak terbaru saling serang Iran dan Israel hanya berlangsung beberapa jam, sebelum Iran mengumumkan penghentian operasi militernya pada Senin sore.
- Meski aktivitas di Teheran tetap berjalan dan tidak ada penutupan layanan publik, banyak warga menyimpan kecemasan serta mulai menyiapkan rencana darurat.
- Kehidupan kota perlahan kembali normal menjelang malam, namun berbagai kesaksian menunjukkan bahwa rasa waswas terhadap kemungkinan eskalasi masih kuat.
TRIBUNNEWS.COM - Babak terbaru saling serang antara Iran dan Israel berlangsung singkat, hanya beberapa jam setelah kembali memanas pada Minggu (7/6/2026) malam kemarin.
Garda Revolusi Iran (IRGC) meluncurkan rentetan rudal ke Israel setelah serangan Israel ke wilayah pinggiran selatan Beirut yang, menurut Teheran, mengabaikan berbagai peringatan sebelumnya.
Baca juga: Hal-Hal yang Bikin Donald Trump Berubah Pikiran: Putuskan Serang Iran Seusai Rapat Intelijen
Sehari setelahnya, pada Senin sore, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, pusat militer Iran, kemudian mengumumkan penghentian operasi militer.
Di antara dua peristiwa tersebut, ibu kota Iran menjalani satu hari yang dipenuhi ketidakpastian.
Bukan hanya tentang perkembangan di medan konflik, tetapi juga bagaimana masyarakat sipil menjalani kehidupan sehari-hari ketika ancaman perang kembali menghampiri.
Untuk melihat situasi di lapangan, Al Jazeera Net melakukan pemantauan langsung di sejumlah kawasan Teheran pada pagi hari, saat sistem pertahanan udara diaktifkan, dan kembali pada sore hari setelah pengumuman penghentian operasi militer.
Gambaran yang muncul menunjukkan sebuah kota yang tetap bergerak, tetapi dengan kehati-hatian yang terasa di hampir setiap sudut.
Lalu Lintas Padat dan Kekhawatiran yang Tidak Terucap
Pada pagi hari, salah satu hal yang paling mencolok adalah kepadatan lalu lintas yang tidak biasa untuk hari kerja.
Polisi lalu lintas melaporkan kemacetan di sejumlah jalur utama yang menghubungkan Teheran dengan provinsi-provinsi utara, barat, dan barat laut, termasuk Jalan Chalus, Haraz, serta koridor Tehran-Karaj-Qazvin.
Meski demikian, pemerintah tidak mengumumkan penangguhan jam kerja maupun penutupan kantor pelayanan publik.
Aktivitas kota secara umum tetap berlangsung, berbeda dengan situasi yang terjadi pada 28 Februari ketika serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap kantor Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei memicu suasana darurat yang lebih nyata.
Namun, suasana tenang di ruang publik tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi psikologis masyarakat.
"Normal" yang Menutupi Kecemasan
Di pasar, pusat perbelanjaan, dan berbagai fasilitas umum, kehidupan terlihat berjalan seperti biasa.