Perusahaan Global Mulai Pindahkan Operasi dari Singapura ke Malaysia, Apa Penyebabnya?
Sejumlah perusahaan global mulai memindahkan sebagian operasional dari Singapura ke Malaysia karena biaya lebih rendah, insentif pajak
Editor:
Tiara Shelavie
Ringkasan Berita:
- Sejumlah perusahaan global mulai memindahkan sebagian operasional dari Singapura ke Malaysia karena biaya lebih rendah, insentif pajak, dan akses pasar yang lebih besar.
- Namun, banyak perusahaan tidak sepenuhnya meninggalkan Singapura, melainkan membagi fungsi bisnis dengan mempertahankan kantor pusat dan inovasi di sana.
- Tren ini semakin didorong oleh pembentukan Zona Ekonomi Khusus Singapura-Malaysia yang mempererat kerja sama ekonomi kedua negara.
TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah perusahaan mulai memindahkan sebagian operasional mereka dari Singapura ke Malaysia dalam beberapa bulan terakhir.
Mengutip CNBC.com, fenomena ini menunjukkan tren global yang lebih luas, di mana perusahaan mencari lokasi dengan biaya lebih rendah, insentif pajak menarik, dan akses ke pasar yang lebih besar.
Raksasa pakaian H&M mengumumkan pada Mei bahwa mereka akan memindahkan kantor pusat regional Asia Tenggara dari Singapura ke Kuala Lumpur, Malaysia, yang berdampak pada 78 posisi pekerjaan.
Sementara itu, perusahaan bir Heineken mengatakan pada Maret bahwa mereka akan memindahkan produksi skala besar untuk Asia Pacific Breweries Singapore ke fasilitas regional mereka di Malaysia dan Vietnam.
“Langkah-langkah ini sangat signifikan dan menunjukkan percepatan yang jelas,” kata Alwyn Lim, profesor sosiologi di Singapore Management University.
Menurut Lim, sejak awal 2026 terlihat gelombang perusahaan yang memindahkan sebagian operasinya ke Malaysia. Tren ini lebih kuat dibandingkan tahun sebelumnya karena adanya kombinasi antara kebijakan pemerintah dan tekanan biaya.
Lim mengatakan perusahaan melakukan langkah tersebut karena adanya perbedaan biaya yang besar dalam hal sewa, upah, dan operasional.
Baca juga: KTT ASEAN di Rusia: Prabowo akan Hadir, Pemimpin Singapura dan Myanmar Belum Pasti
Perpindahan operasi dari Singapura ke Malaysia juga merupakan bagian dari tren global yang lebih besar, yaitu perusahaan mengatur ulang jaringan produksi dan rantai pasokan mereka.
“Ini terutama merupakan respons terhadap berbagai krisis seperti pandemi COVID-19 serta ketegangan perdagangan dan geopolitik baru-baru ini,” ujar Lim.
“Perusahaan kini memisahkan operasinya untuk mendapatkan biaya lebih rendah, keamanan, dan kecepatan.”
Perusahaan roti Gardenia juga mengurangi 141 posisi pekerjaan di Singapura karena akan memindahkan produksi rotinya ke Malaysia.
Dalam pernyataan 20 Mei, perusahaan mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mempertahankan daya saing di tengah kondisi ekonomi global yang semakin menantang.
Perusahaan minuman lokal Yeo’s juga mengumumkan pada Maret bahwa mereka akan memberhentikan 25 karyawan di Singapura karena mengonsolidasikan produksi kaleng ke Malaysia. Namun, Singapura tetap menjadi kantor pusat perusahaan tersebut.
Zona Ekonomi Khusus Singapura-Malaysia
Upaya seperti Johor-Singapore Special Economic Zone (JS-SEZ) bertujuan memperkuat hubungan bisnis antara Singapura dan Malaysia.