Iran Marah Besar: Tutup Selat Hormuz, Hantam Pangkalan AS di Bahrain, Drone Serang Beraksi
Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz untuk seluruh kapal setelah meningkatnya serangan dengan Amerika Serikat.
Penulis:
garudea prabawati
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Ringkasan Berita:
- Iran menutup Selat Hormuz untuk seluruh kapal dan memperingatkan semua pergerakan akan menjadi sasaran.
- Teheran mengklaim menyerang markas Armada Kelima AS di Bahrain menggunakan drone serang.
- Ketegangan Iran-AS meningkat meski terdapat kerangka gencatan senjata, memicu kekhawatiran terhadap jalur energi global.
TRIBUNNEWS.COM - Selat Hormuz kembali ditutup oleh Iran, menurut pengumuman dari Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran.
Akibat penutupan tersebut, seluruh kapal, termasuk kapal tanker minyak dan kapal komersial dilarang melintas.
Iran memperingatkan setiap pergerakan di jalur pelayaran strategis tersebut akan menjadi sasaran.
Dalam pernyataannya, markas besar tersebut menyebut keputusan itu diambil sebagai respons atas apa yang disebut sebagai agresi militer Amerika Serikat (AS) yang terus berlangsung, termasuk serangan terbaru terhadap sejumlah provinsi selatan Iran.
Teheran juga menegaskan klaim AS mengenai pergerakan maritim di Selat Hormuz merupakan informasi “palsu”.
Di saat bersamaan, militer Iran mengklaim telah melancarkan serangan pesawat nirawak yang menargetkan markas Armada Kelima AS di Bahrain, mengutip Al Mayadeen, Kamis (11/6/2026).
Serangan itu disebut sebagai balasan atas agresi terbaru Washington terhadap wilayah Iran.
Menurut pernyataan militer Iran, operasi tersebut menggunakan drone serang satu arah yang diarahkan ke antena komunikasi dan sistem radar yang terhubung dengan jaringan pertahanan udara Patriot di pangkalan AS tersebut.
Baca juga: Trump: AS akan Bombardir Iran Malam Ini dan Rebut Pulau Kharg, Pusat Minyak Iran
Iran menegaskan pasukannya tetap berada dalam kondisi siaga penuh dan tidak akan menghentikan operasi sampai pihak yang dianggap melanggar kedaulatan Iran dimintai pertanggungjawaban.
Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya juga mengklaim serangan AS terhadap wilayah selatan Iran telah berhenti setelah adanya “respons kuat dan tegas” dari pasukan Iran.
Mereka menyebut Teheran kembali memberikan kekalahan kepada pasukan AS dan memperingatkan respons Iran terhadap provokasi dan agresi Washington akan terus berlanjut.
IRGC: Musuh Telah Dihukum
Secara terpisah, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah menargetkan dan menghancurkan 18 lokasi yang terkait dengan AS di kawasan tersebut.
Target itu disebut mencakup pangkalan udara Ali Al Salem dan Ahmed Al-Jaber, serta pangkalan Sheikh Isa di Bahrain.
IRGC menyebut operasi tersebut merupakan pembalasan atas serangan AS yang dilaporkan menyebabkan korban sipil di wilayah selatan Iran.
Mereka menegaskan “pelaku agresi telah dihukum”.