Dewi Soekarno Tinggalkan Siaran Live Setelah Ditanya Soal Sengketa dengan Karyawan
Dewi Soekarno mendadak mengakhiri wawancara YouTube saat ditanya soal sengketa karyawan yang kalah hingga Mahkamah Agung Jepang
Editor:
Eko Sutriyanto
Menanggapi pertanyaan itu, Dewi Soekarno menjawab dengan nada tinggi.
"Jangan mengatakan hal yang bodoh. Kalau saya tidak negatif, saya tidak mungkin bisa keluar dari Indonesia dan masuk ke Jepang," ujarnya.
Ketika Korekore kemudian menyinggung kemungkinan seseorang bisa saja terinfeksi setelah hasil tes negatif diperoleh, Dewi Soekarno tampak semakin kesal.
Tak lama kemudian ia berkata, "Sudah, kita akhiri saja. Maaf. Permisi," sebelum memutuskan sambungan video secara sepihak.
Reaksi Warganet Jepang
Peristiwa tersebut langsung menjadi perbincangan di media sosial Jepang.
Sebagian pengguna internet mengkritik sikap Dewi Soekarno karena dianggap tidak mau menjawab pertanyaan yang sulit.
Namun ada pula yang menilai insiden tersebut menunjukkan karakter Dewi Soekarno yang dikenal selalu berbicara secara terus terang.
"Setidaknya kita jadi tahu bahwa Dewi memang tidak memiliki dua wajah," tulis salah seorang pengguna media sosial Jepang.
Pengamat hiburan Jepang menilai Dewi Soekarno kemungkinan mengira dirinya hanya akan diberi kesempatan menjelaskan posisinya, tetapi tidak menduga akan menerima pertanyaan-pertanyaan kritis selama siaran berlangsung.
Tetap Aktif di Dunia Politik dan Media
Meski telah berusia lanjut, Dewi Soekarno tetap aktif tampil di media Jepang sebagai selebritas, komentator, dan aktivis politik.
Selain aktif menulis blog, ia juga memiliki akun media sosial yang cukup aktif di Instagram dan X (Twitter).
Hingga kini Dewi Soekarno belum memberikan pernyataan tambahan terkait insiden penghentian wawancara tersebut.
Video siaran tersebut terus menjadi bahan perbincangan publik Jepang dan kembali memunculkan perhatian terhadap sengketa hukum yang melibatkan mantan karyawannya sejak masa pandemi Covid-19.
Diskusi beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com