Dewi Soekarno Tinggalkan Siaran Live Setelah Ditanya Soal Sengketa dengan Karyawan
Dewi Soekarno mendadak mengakhiri wawancara YouTube saat ditanya soal sengketa karyawan yang kalah hingga Mahkamah Agung Jepang
Editor:
Eko Sutriyanto
Ringkasan Berita:
- Dewi Soekarno menjadi sorotan di Jepang setelah menghentikan wawancara langsung di kanal YouTube milik Korekore saat ditanya soal sengketa hukum dengan mantan karyawannya
- Kasus yang bermula pada masa pandemi Covid-19 itu berujung pada putusan Mahkamah Agung Jepang yang mewajibkan Dewi membayar tunggakan gaji dan bunga
- Insiden siaran tersebut memicu perdebatan luas di media sosial Jepang
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Terungkap bulan Maret 2026, Mahkamah Agung Jepang menguatkan putusan sebelumnya yang memenangkan pihak mantan karyawan Dewi Soekarno Putri.
Dewi diwajibkan membayar tunggakan gaji selama sekitar lima tahun beserta bunga kepada kedua mantan karyawannya.
Wanita yang dikenal di Jepang sebagai Madame Dewi menjadi perbincangan publik setelah tampil dalam siaran langsung YouTube milik kreator terkenal Jepang, Korekore.
Dewi merupakan istri ketiga mendiang Presiden pertama Republik Indonesia Sukarno diketahui muncul dalam siaran langsung Korekore Channel pada 11 Juni 2026 untuk menjelaskan perselisihan hukum dengan mantan karyawannya yang telah berlangsung sejak masa pandemi Covid-19.
Namun wawancara tersebut berakhir tidak terduga setelah Dewi Soekarno menghentikan sambungan video secara mendadak di tengah sesi tanya jawab.
Baca juga: Berkas Perkara Ratna Sari Dewi Soekarno Dilimpahkan ke Kejaksaan Jepang, Bantah Lakukan Kekerasan
Berawal Sengketa Karyawan Saat Pandemi
Kasus tersebut berawal pada Februari 2021 ketika Dewi Soekarno melakukan perjalanan ke Bali, Indonesia, setelah meninggalnya suami dan putrinya.
Setelah kembali ke Jepang, sejumlah karyawan disebut merasa khawatir terhadap risiko penularan Covid-19 dan menyatakan keberatan untuk masuk kerja.
Perselisihan itu kemudian berkembang menjadi sengketa hukum.
Dewi Soekarno sempat menggugat dua mantan karyawannya dengan tuntutan ganti rugi sekitar 6,6 juta yen.
Namun pada Maret 2026, Mahkamah Agung Jepang menguatkan putusan sebelumnya yang memenangkan pihak mantan karyawan.
Dalam putusan tersebut, Dewi Soekarno diwajibkan membayar tunggakan gaji selama sekitar lima tahun beserta bunga kepada kedua mantan karyawannya.
Emosi Saat Ditanya Soal Covid-19
Dalam siaran YouTube tersebut, Dewi Soekarno menjelaskan bahwa sebelum meninggalkan Jepang dan saat berada di Indonesia, dirinya telah menjalani pemeriksaan PCR sesuai ketentuan yang berlaku pada masa pandemi.
Namun suasana berubah ketika Korekore menanyakan apakah setelah kembali ke Jepang ia menunjukkan bukti hasil negatif Covid-19 kepada para karyawan yang merasa khawatir.
Menanggapi pertanyaan itu, Dewi Soekarno menjawab dengan nada tinggi.
"Jangan mengatakan hal yang bodoh. Kalau saya tidak negatif, saya tidak mungkin bisa keluar dari Indonesia dan masuk ke Jepang," ujarnya.
Ketika Korekore kemudian menyinggung kemungkinan seseorang bisa saja terinfeksi setelah hasil tes negatif diperoleh, Dewi Soekarno tampak semakin kesal.
Tak lama kemudian ia berkata, "Sudah, kita akhiri saja. Maaf. Permisi," sebelum memutuskan sambungan video secara sepihak.
Reaksi Warganet Jepang
Peristiwa tersebut langsung menjadi perbincangan di media sosial Jepang.
Sebagian pengguna internet mengkritik sikap Dewi Soekarno karena dianggap tidak mau menjawab pertanyaan yang sulit.
Namun ada pula yang menilai insiden tersebut menunjukkan karakter Dewi Soekarno yang dikenal selalu berbicara secara terus terang.
"Setidaknya kita jadi tahu bahwa Dewi memang tidak memiliki dua wajah," tulis salah seorang pengguna media sosial Jepang.
Pengamat hiburan Jepang menilai Dewi Soekarno kemungkinan mengira dirinya hanya akan diberi kesempatan menjelaskan posisinya, tetapi tidak menduga akan menerima pertanyaan-pertanyaan kritis selama siaran berlangsung.
Tetap Aktif di Dunia Politik dan Media
Meski telah berusia lanjut, Dewi Soekarno tetap aktif tampil di media Jepang sebagai selebritas, komentator, dan aktivis politik.
Selain aktif menulis blog, ia juga memiliki akun media sosial yang cukup aktif di Instagram dan X (Twitter).
Hingga kini Dewi Soekarno belum memberikan pernyataan tambahan terkait insiden penghentian wawancara tersebut.
Video siaran tersebut terus menjadi bahan perbincangan publik Jepang dan kembali memunculkan perhatian terhadap sengketa hukum yang melibatkan mantan karyawannya sejak masa pandemi Covid-19.
Diskusi beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.