Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Jelang KTT G7, PM Kanada Mulai Lunakkan Kritik terhadap Trump

Perdana Menteri Kanada Mark Carney diperkirakan akan lebih berhati-hati dalam mengkritik Donald Trump menjelang KTT G7.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Jelang KTT G7, PM Kanada Mulai Lunakkan Kritik terhadap Trump
X @MarkJCarney
KANADA DAN AS - Foto ini diambil dari akun X Mark Carney pada Senin (10/3/2025), memperlihatkan Perdana Menteri Kanada yang baru Mark Carney tersenyum kepada anggota partainya setelah ia memenangkan pemilu internal partai untuk menggantikan Justin Trudeau sebagai pemimpin partai dan perdana menteri pada Minggu (9/3/2025). Perdana Menteri Kanada Mark Carney diperkirakan akan lebih berhati-hati dalam mengkritik Donald Trump menjelang KTT G7. 
Memuat video…
Ringkasan Berita:
  • Perdana Menteri Kanada Mark Carney diperkirakan akan lebih berhati-hati dalam mengkritik Donald Trump menjelang KTT G7. 
  • Sikap tersebut terkait peninjauan perjanjian perdagangan USMCA yang sangat penting bagi ekonomi Kanada karena sebagian besar ekspornya menuju Amerika Serikat. 
  • Di tengah hubungan yang semakin tegang, Kanada juga berupaya memperluas perdagangan dengan negara lain untuk mengurangi ketergantungan pada AS.

TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, sempat menjadi simbol perlawanan negara-negara menengah terhadap kekuatan besar dunia setelah pidatonya yang mendapat banyak pujian awal tahun ini.

Namun, menjelang KTT G7 di Eropa, ia diperkirakan akan lebih berhati-hati dalam mengkritik Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Mengutip Associated Press, pidato Carney di World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss, pada Januari lalu membuatnya menjadi sorotan internasional. Dalam pidatonya, ia menyatakan bahwa tatanan dunia berbasis aturan global telah berakhir dan mengecam tindakan negara-negara besar yang menekan negara lebih kecil. Pernyataan tersebut mendapat perhatian luas dan bahkan dianggap mampu mengalihkan sorotan dari Trump pada acara tersebut.

Namun, situasinya kini berbeda. KTT G7 negara-negara industri maju yang dimulai Senin di Prancis berlangsung menjelang peninjauan perjanjian perdagangan Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA) pada 1 Juli mendatang.

USMCA merupakan versi terbaru dari perjanjian perdagangan bebas Amerika Utara yang telah menghubungkan perekonomian Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada sejak awal 1990-an. Peninjauan ini sangat penting karena Trump baru-baru ini menyatakan bahwa ia mungkin tidak akan memperpanjang perjanjian tersebut.

Lebih dari 70 persen ekspor Kanada dikirim ke Amerika Serikat, sehingga keberlangsungan perjanjian itu sangat penting bagi perekonomian Kanada.

Sejarawan Kanada, Robert Bothwell, mengatakan Trump menjadi tantangan terbesar bagi Carney karena Kanada jauh lebih bergantung pada Amerika Serikat dibandingkan negara lain.

Baca juga: Mark Carney Jadi Pemimpin G7 Pertama yang Siap Tangkap Netanyahu Sesuai Perintah ICC

Hubungan Kanada-AS Semakin Tegang

Rekomendasi Untuk Anda

KTT G7 berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara Kanada dan Amerika Serikat. Hubungan yang selama ini dikenal sebagai salah satu aliansi paling erat dan stabil di dunia kini menunjukkan tanda-tanda keretakan.

Perdana Menteri Provinsi Ontario, Doug Ford, bahkan mengalami pembatalan mendadak acara penyambutan oleh U.S. Chamber of Commerce di Washington.

Salah satu menterinya, Vic Fedeli, mengatakan bahwa jika pembatalan tersebut terjadi karena tekanan Trump, maka hal itu justru menjadi "lencana kehormatan" bagi Ford.

Trump kembali menegaskan pekan ini bahwa Amerika Serikat tidak membutuhkan apa pun dari Kanada. Sebagai respons, Carney menetapkan target untuk menggandakan ekspor Kanada ke negara selain AS dalam sepuluh tahun ke depan.

Ia juga menilai perang dagang yang dilancarkan Trump telah menciptakan ketidakpastian yang menghambat investasi.

Di sisi lain, pembukaan jembatan besar baru Kanada yang melintasi Sungai Detroit juga mengalami penundaan karena sejumlah persoalan yang belum terselesaikan. Sebelumnya, Trump pernah mengancam akan menghambat proyek tersebut.

Langkah-langkah Trump, termasuk perang dagang dan usulannya agar Kanada menjadi negara bagian ke-51 Amerika Serikat, memicu kemarahan publik Kanada. Situasi politik tersebut turut membantu Carney memenangkan jabatan perdana menteri setelah berjanji akan menghadapi Trump secara tegas.

Pejabat pemerintahan Trump juga berulang kali menyoroti bahwa hanya dua negara yang melakukan tindakan balasan terhadap Amerika Serikat dalam perang dagang, yaitu China dan Kanada.

Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, mengatakan kebijakan balasan Kanada menjadi salah satu isu utama dalam negosiasi perdagangan saat ini.

Carney Mulai Bersikap Lebih Hati-Hati

Profesor ilmu politik dari McGill University, Daniel Béland, menilai Carney mulai melunakkan retorikanya terhadap pemerintahan Trump untuk menghindari memburuknya hubungan kedua negara.

Menurut Béland, terdapat perbedaan antara pidato Carney di Davos yang menyerukan negara-negara menengah untuk melawan dominasi kekuatan besar dan upayanya saat ini untuk membujuk pemerintahan AS agar mengambil keputusan yang menguntungkan dalam peninjauan USMCA.

Carney sendiri telah meremehkan komentar terbaru Trump mengenai kemungkinan Kanada menjadi negara bagian ke-51 AS.

Kanada dan Meksiko menginginkan USMCA diperpanjang selama 16 tahun lagi. Sementara itu, Trump sempat mempertimbangkan untuk menarik Amerika Serikat dari perjanjian tersebut, meskipun skenario yang lebih mungkin adalah perjanjian itu akan menjalani evaluasi tahunan selama sepuluh tahun ke depan.

Menjelang KTT G7, Carney dijadwalkan bertemu Presiden Emmanuel Macron di Paris. Ia juga akan mengunjungi Irlandia untuk bertemu perdana menteri negara tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas hubungan dagang di luar Amerika Serikat.

Kunjungan tersebut merupakan perjalanan kesembilan Carney ke Eropa dalam 15 bulan sejak ia menjadi perdana menteri pada Maret 2025.

Meski demikian, Béland menegaskan bahwa Amerika Serikat akan tetap menjadi mitra dagang terbesar Kanada dalam masa mendatang. Karena itu, Carney harus tetap mempertimbangkan hubungan dengan Washington meskipun berupaya mengurangi ketergantungan ekonomi Kanada terhadap AS.

(*)

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas