Iran Bantah Kesepakatan Sudah Dekat: Pendirian AS Berubah-ubah
Iran membantah klaim Trump bahwa kesepakatan AS-Iran sudah dekat. Ia mengatakan pendirian AS berubah-ubah mengenai nota kesepahaman.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Yurika NendriNovianingsih
Menurut sumber-sumber tersebut, Iran juga akan berjanji untuk tidak pernah memperoleh senjata nuklir dan mengambil langkah-langkah lain untuk mengurangi kekhawatiran AS atas persediaan uranium yang diperkaya.
"Masalah program nuklir Iran akan dibahas secara rinci pada tahap selanjutnya," tambah sumber diplomatik tersebut.
Iran telah berulang kali menegaskan program nuklirnya sepenuhnya damai dan menolak tuntutan Trump agar menyerahkan uranium yang telah diperkaya.
Axios menyimpulkan, jika nota kesepahaman itu akhirnya ditandatangani, maka akan disebut 'Perjanjian Islamabad' karena mediasi oleh Pakistan dan Qatar.
Perjanjian tersebut belum ditandatangani secara resmi. Sementara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan Teheran belum mengambil keputusan akhir.
Al Arabiya melaporkan Iran telah menyampaikan persetujuan atas draf tersebut melalui mediator Qatar.
Dalam beberapa pekan terakhir, Trump mengklaim AS hampir mencapai kesepakatan dengan Iran, namun belum ada keputusan apapun yang terwujud.
Kemarin, Kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memperingatkan strategi yang salah dan keputusan impulsif Washington akan menciptakan rawa yang tak berujung di kawasan Teluk.
Harga Minyak Turun
Eskalasi AS dan Iran selama dua hari berturut-turut telah memicu lonjakan harga minyak global.
Hari ini, harga minyak turun dan memperpanjang kerugian dari sesi perdagangan sebelumnya, setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran.
Pernyataan Trump meredakan kekhawatiran akan peningkatan permusuhan antara AS dan Iran di kawasan tersebut.
Harga satu barel minyak mentah Brent Laut Utara turun sebesar 1,66 dolar, atau 1,84 persen, menjadi 88,72 dolar.
Minyak mentah West Texas Intermediate AS turun sebesar 1,45 dolar, atau 1,65 persen, menjadi 86,26 dolar.
Brent telah turun sebesar 4,2 persen dan minyak mentah AS turun sebesar 4,4 persen selama seminggu terakhir, lapor Tasnim.
Latar Belakang Perang AS-Israel Vs Iran
Perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang pecah pada 28 Februari 2026 masih menyisakan ketegangan meski gencatan senjata sementara telah berlaku sejak 8 April 2026. Hingga kini, proses negosiasi antara Washington dan Teheran terus berlangsung, namun kedua pihak belum mencapai kesepakatan damai yang bersifat permanen.