Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Trump Sesumbar Damai Iran-AS Tuntas Minggu Ini, Teheran Justru Beri Sinyal Ragu

Trump sesumbar damai Iran-AS diteken Minggu ini. Namun Teheran masih ragu karena isu nuklir dan sanksi ekonomi belum sepenuhnya tuntas.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Memuat video…

Ringkasan Berita:
  • Trump mengklaim kesepakatan damai dengan Iran akan ditandatangani Minggu ini setelah negosiasi intensif yang dimediasi Pakistan, Qatar, Mesir, dan Turki. 
  • Rancangan kesepakatan damai disebut mencakup pembukaan Selat Hormuz, perpanjangan gencatan senjata 60 hari, pengawasan uranium Iran, hingga pelonggaran sanksi ekonomi terhadap Teheran
  • Namun Iran masih ragu negosiasi bisa segera final. Ia menilai masih ada sejumlah poin sensitif yang belum disepakati, terutama soal nuklir dan sanksi ekonomi.

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa kesepakatan untuk mengakhiri konflik dengan Iran akan ditandatangani pada Minggu (14/6/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui platform media sosial Truth Social di tengah meningkatnya tekanan internasional agar perang di kawasan Timur Tengah segera dihentikan.

Dalam cuitannya Trump menyebut kesepakatan tersebut akan menjadi langkah besar untuk mengakhiri konflik berkepanjangan yang selama beberapa bulan terakhir memicu ketegangan global, terutama akibat terganggunya jalur distribusi minyak dunia di Selat Hormuz.

“Kesepakatan dijadwalkan ditandatangani besok dan Selat Hormuz akan segera dibuka kembali,” tulis Trump dalam unggahannya.

Optimisme ini muncul setelah serangkaian negosiasi intensif yang dimediasi Pakistan, Qatar, Mesir, dan Turki selama hampir tiga bulan terakhir.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif bahkan menyebut kedua pihak telah mencapai kesepahaman terhadap teks akhir kesepakatan damai dan siap melakukan penandatanganan elektronik.

Rekomendasi Untuk Anda

Trump juga mengklaim Iran mulai melunak terkait isu nuklir dan disebut tidak lagi ingin mengembangkan senjata nuklir.

Selain itu, adanya gencatan senjata rapuh sejak awal April membuat peluang tercapainya perdamaian dinilai semakin besar.

Poin-Poin Utama dalam Kesepakatan Damai AS-Iran

Mengutip laporan NPR, dalam rancangan kesepakatan damai yang tengah dinegosiasikan antara Amerika Serikat dan Iran, terdapat sejumlah poin penting yang disebut menjadi inti pembahasan kedua negara.

Meski hingga kini isi lengkap dokumen belum diumumkan secara resmi, berbagai laporan media internasional menyebut pembicaraan sudah mengarah pada beberapa kesepahaman utama yang dinilai dapat mengurangi ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Baca juga: Kapan Kesepakatan Damai AS-Iran Diteken? Trump dan Teheran Beda Pendapat, Pakistan Sedang Persiapan

Salah satu poin paling krusial dalam kesepakatan tersebut adalah pembukaan kembali Selat Hormuz untuk aktivitas pelayaran internasional.

Selama konflik berlangsung, Iran diketahui memperketat kontrol di jalur laut strategis itu sehingga mengganggu distribusi minyak dan gas dunia.

Kondisi tersebut sempat memicu lonjakan harga energi global dan meningkatkan kekhawatiran negara-negara pengimpor minyak.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan menegaskan bahwa Selat Hormuz akan kembali “terbuka untuk semua” setelah perjanjian resmi ditandatangani.

Pembukaan jalur pelayaran itu dianggap menjadi langkah awal penting untuk memulihkan stabilitas perdagangan internasional, khususnya sektor energi.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas