Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
VS
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
VS
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

WNI di Aichi Jepang Minta Perhatian Lebih, Usul Dibentuk Indonesia Community Centre di Nagoya

WNI di Aichi, Jepang, menyoroti berbagai persoalan sosial dan mengusulkan Indonesia Community Centre di Nagoya sebagai wadah kebersamaan

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in WNI di Aichi Jepang Minta Perhatian Lebih, Usul Dibentuk Indonesia Community Centre di Nagoya
Tribunnews.com/HO
ADA PERWAKILAN INDONESIA - Para WNI berkumpul silaturahmi untuk semakin memperkuat ikatan batin mereka di Nagoya Jepang. WNI yang tinggal di Prefektur Aichi, Jepang berharap perwakilan Indonesia di wilayah tersebut dapat lebih aktif menanggapi berbagai persoalan yang mulai bermunculan di tengah komunitas Indonesia 
Memuat video…

Ringkasan Berita:
  • Sejumlah WNI di Prefektur Aichi, Jepang, mengaku kurang mendapat perhatian dari perwakilan Indonesia di wilayah tersebut 
  • Mereka menyoroti munculnya berbagai persoalan sosial, mulai dari konflik antar-WNI hingga perilaku yang berpotensi merusak citra Indonesia 
  • Untuk mengatasinya, muncul usulan pembentukan Indonesia Community Centre di Nagoya sebagai wadah dukungan dan solidaritas

 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Prefektur Aichi, Jepang, berharap perwakilan Indonesia di wilayah tersebut dapat lebih aktif menanggapi berbagai persoalan yang mulai bermunculan di tengah komunitas Indonesia.

Menurut seorang WNI yang enggan disebutkan namanya, Nagoya selama ini kerap dianggap sebagai kota yang terlewatkan dibandingkan Tokyo dan Osaka.

“Akibatnya, kami di Nagoya sering merasa kurang mendapat perhatian dari para pejabat Indonesia. Termasuk Konsul Kehormatan Indonesia di Nagoya yang menurut kami kurang responsif. Email tidak ditanggapi, ketika diajak berbicara juga sering kurang mendapat respons. Sementara itu, berbagai permasalahan WNI mulai bermunculan di Nagoya,” ujarnya kepada Tribunnews.com, Minggu (14/6/2026).

Salah satu fenomena yang menjadi perhatian adalah semakin banyaknya WNI yang berkumpul di sebuah taman di pusat Kota Nagoya yang memiliki area air mancur.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, sebagian dari mereka berkumpul sambil merokok dan berbicara dengan suara keras hingga larut malam. 

Baca juga: Hilang Sejak Maret, Jenazah Diduga WNI Peserta Magang Ditemukan di Gunung Karasawa Jepang

Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu kenyamanan warga sekitar.

“Kalau hal itu terus terjadi dan jumlahnya semakin banyak, citra Indonesia bisa menjadi kurang baik di mata masyarakat Jepang,” katanya.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa perselisihan antar sesama warga Indonesia di Aichi juga mulai sering terjadi.

“Mungkin karena tekanan hidup dan rasa kesepian yang mereka alami sehingga memicu berbagai persoalan,” tambahnya.

Ia juga menceritakan pengalaman menangani seorang WNI yang mengalami gangguan kejiwaan hingga akhirnya dipulangkan ke Indonesia.

“Saya ikut mengantarkan orang tersebut sampai transit di Singapura. Situasinya cukup menegangkan karena ia sering berbicara tidak jelas dan menunjukkan perilaku yang tidak biasa. Kami juga sempat memberinya obat penenang,” ungkapnya.

Menanggapi berbagai persoalan yang muncul, warga Indonesia sekaligus dosen di Universitas Nagoya, Miftakhul Huda menilai perlunya sebuah pusat komunitas Indonesia di Aichi.

“Kita memerlukan Indonesia Community Centre yang dapat menjadi tempat berkumpul, berbagi cerita, saling membantu, dan memberikan dukungan bagi sesama WNI. Tempat seperti itu sangat dibutuhkan saat ini. WNI di Aichi bisa berkumpul setiap akhir pekan untuk saling berbagi pengalaman dan membantu satu sama lain,” ujar Miftakhul Hudakepada Tribunnews.com.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas