Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
2 - 2
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Media Israel: Netanyahu Gagal Total Dalam Serangan ke Iran!

Iran menjadi kegagalan strategis terbesar kedua dalam karier politik Benjamin Netanyahu setelah peristiwa 7 Oktober 2023.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Suci BangunDS
zoom-in Media Israel: Netanyahu Gagal Total Dalam Serangan ke Iran!
Tangkap layar ndtv.com
KONFLIK IRAN VS AS - PM Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan tewas usai kena serangan rudal Iran, namun dibantah Israel, hingga muncul video janggal Netanyahu berjari 6. Analis urusan militer Haaretz, Amos Harel menyebut isu Iran sebagai kegagalan strategis terbesar kedua Netanyahu setelah peristiwa 7 Oktober 2023. 
Memuat video…

Ringkasan Berita:
  • Amos Harel menyebut isu Iran sebagai kegagalan strategis terbesar kedua Netanyahu setelah peristiwa 7 Oktober 2023.
  • Perang Gaza dinilai belum menghasilkan pembubaran Hamas maupun "kemenangan mutlak" yang dijanjikan pemerintah Israel.
  • Kesepahaman AS-Iran memicu kritik terhadap Netanyahu dan berpotensi memperlebar perbedaan sikap antara dirinya dan Presiden AS Donald Trump.

TRIBUNNEWS.COM - Analis urusan militer Haaretz, Amos Harel, menilai bahwa perkembangan terkait Iran merupakan kegagalan strategis terbesar kedua dalam karier politik panjang Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, hanya berada di bawah dampak peristiwa 7 Oktober 2023.

Dalam analisis yang dipublikasikan pada Selasa (16/6/2026), Harel menyatakan bahwa perang di Gaza belum berhasil mewujudkan tujuan utama yang selama ini diklaim pemerintah Israel.

Menurutnya, gerakan Perlawanan Hamas belum sepenuhnya dibubarkan, sementara janji 'kemenangan mutlak' yang berulang kali disampaikan Netanyahu belum tercapai.

Harel juga menilai, arah perkembangan isu Iran saat ini tidak menguntungkan bagi Israel.

Ia menyebut bahwa setiap penyelesaian yang tercapai berdasarkan ketentuan yang sedang berkembang kemungkinan akan dianggap mengecewakan oleh banyak kalangan di Israel, mengutip pada Selasa (16/6/2026).

Menurut Harel, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tampak berupaya mengakhiri konflik dan mengurangi keterlibatan militer AS di kawasan.

Baca juga: Netanyahu Umumkan Kembali Maju di Pemilu Israel, Tegaskan Target Kemenangan

Rekomendasi Untuk Anda

Ia menilai, kesepakatan yang sedang berkembang antara Washington dan Teheran berpotensi jauh dari ekspektasi yang selama ini dibangun Netanyahu.

Selain itu, Harel memperingatkan bahwa perbedaan pandangan antara Netanyahu dan Trump dapat semakin melebar, tidak hanya terkait Iran tetapi juga berpotensi meluas ke isu Lebanon.

Penilaian tersebut, muncul di tengah meningkatnya kritik terhadap kepemimpinan Netanyahu selama masa perang.

Sejumlah pengamat di Israel menilai kesepahaman yang berkembang antara AS dan Iran sebagai kemunduran politik bagi sang perdana menteri.

Media Israel juga melaporkan adanya kekecewaan di dalam negeri setelah munculnya pengumuman mengenai kesepahaman AS-Iran.

Sejumlah pejabat disebut mengakui adanya penurunan kualitas hubungan dengan Washington serta munculnya persepsi bahwa Amerika Serikat (AS) telah mengakomodasi sejumlah tuntutan Iran terkait Lebanon.

Dalam konteks yang sama, mantan Perdana Menteri Israel Ehud Barak menyebut kesepakatan AS-Iran sebagai sesuatu yang dianggap sangat buruk.

Ia menilai, Israel kini harus menanggung konsekuensi sikap Netanyahu.

Media Israel tersebut dari menyebut Netanyahu sombong dan buta, dalam konfliknya melawan Iran.

Serta menegaskan bahwa kesepakatan tersebut belum mencapai tujuan perang yang diharapkan.

(Tribunnews.com/Garudea Prabawati)

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas