Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
Live
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
VS
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
VS
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Jepang Nilai Indonesia Punya Peran Strategis Menjembatani Isu Nuklir Dunia

Jepang tetap perjuangkan kesepakatan NPT meski konferensi 2026 gagal. Indonesia dinilai strategis untuk membantu membangun konsensus global

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Jepang Nilai Indonesia Punya Peran Strategis Menjembatani Isu Nuklir Dunia
Tribunnews.com/Richard Susilo
SIKAP JEPANG - Wakil Menteri Luar Negeri dari Parlemen Jepang, Eri Arfiya mengatakan dirinya tetap akan kerja keras mengupayakan kesepakatan  Non-Proliferasi Nuklir (NPT)  meskipun 22 Mei 2026 lalu mengalami kegagalan kesepakatan   
Memuat video…

Ringkasan Berita:
  • Wakil Menlu Jepang, Eri Arfiya, menegaskan negaranya tetap berupaya mencapai konsensus Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) meski Konferensi Peninjauan NPT 2026 gagal menghasilkan dokumen akhir 
  • Jepang menilai dialog yang berlangsung tetap penting dan berharap Indonesia berperan menjembatani perbedaan di tengah ketegangan global

 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Wakil Menteri Luar Negeri dari Parlemen Jepang, Eri Arfiya mengatakan dirinya tetap akan kerja keras mengupayakan kesepakatan  Non-Proliferasi Nuklir (NPT)  meskipun 22 Mei 2026 lalu mengalami kegagalan kesepakatan.
 
Jepang, kata dia memang menyatakan penyesalannya atas kegagalan Konferensi Peninjauan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) ke-11 dalam mencapai konsensus untuk mengadopsi dokumen akhir namun negara itu menilai konferensi tersebut tetap menghasilkan kemajuan penting dengan menegaskan kembali komitmen negara-negara anggota terhadap NPT akan terus mengupayakan di masa depan agar kesepakatan NPT bisa tercipta dengan konsensus semua orang.

"Kami memang sangat serius telah melakukan berbagai upaya diplomatik guna mencapai kesepakatan bersama. Tapi ya dalam situasi perang banyak negara saat ini, baik AS, Iran, Ukraina, Rusia dan lainnya, tampaknya kesepakatan tersebut menjadi sangat berat untuk bisa dicapai," kata Eri khusus kepada Tribunnews.com, Rabu (17/6/2026) sore.

Selama konferensi yang berlangsung di Markas Besar United Nations di New York, Arfiya terus menjalin komunikasi dengan Ketua Konferensi Peninjauan NPT ke-11, Duta Besar Vietnam untuk PBB Do Hung Viet, serta delegasi dari berbagai negara peserta, ungkapnya lagi.

Baca juga: Bank Sentral Jepang Dinilai Terlalu Hati-hati, Suku Bunga Baru Sentuh 1 Persen setelah 31 Tahun

Kecewa Namun Tetap Melihat Hasil Positif

Pemerintah Jepang menyatakan sangat menyesalkan keputusan akhir ketua konferensi yang mengumumkan bahwa konsensus mengenai rancangan dokumen hasil tidak dapat dicapai.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun Jepang menilai perdebatan dan negosiasi yang berlangsung selama hampir satu bulan tetap memiliki arti penting.

Menurut Tokyo, konferensi tersebut berhasil menegaskan kembali pentingnya NPT sebagai fondasi utama rezim global perlucutan senjata nuklir dan non-proliferasi.

Selain itu, setiap negara peserta kembali menegaskan komitmennya terhadap perjanjian yang telah menjadi pilar keamanan internasional sejak tahun 1970 tersebut.

"Melalui diskusi yang serius selama konferensi, pentingnya NPT sebagai landasan rezim perlucutan senjata nuklir dan non-proliferasi kembali ditegaskan. Konferensi ini juga menjadi kesempatan bagi negara-negara anggota untuk menegaskan kembali komitmen mereka terhadap NPT," tambahnya.

Jepang meyakini hasil diskusi tersebut akan menjadi dasar penting bagi upaya internasional di masa depan dalam memajukan agenda perlucutan senjata nuklir.

Indonesia Dipandang Memiliki Posisi Strategis

Dalam berbagai pernyataan resmi Jepang selama Konferensi Peninjauan NPT 2026, termasuk yang disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Jepang Eri Arfiya, Indonesia disebut memiliki posisi penting dalam upaya membangun konsensus internasional mengenai perlucutan senjata nuklir dan non-proliferasi.

Ada beberapa alasan mengapa Indonesia dipandang strategis.

Pertama, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar di ASEAN sekaligus ekonomi terbesar di Asia Tenggara. 

"Posisi tersebut membuat suara Indonesia memiliki bobot politik yang besar di kawasan."

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas