Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
Live
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
VS
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

CDC Afrika Peringatkan Wabah Ebola di Kongo Bisa Jadi yang Paling Mematikan dalam Sejarah

Wabah Ebola di Kongo kian mengkhawatirkan. CDC Africa memperingatkan krisis ini bisa menjadi yang terburuk dalam sejarah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in CDC Afrika Peringatkan Wabah Ebola di Kongo Bisa Jadi yang Paling Mematikan dalam Sejarah
CDC
WABAH EBOLA - Foto yang dirilis oleh CDC, menampilkan seorang petugas kesehatan memeriksa seorang pasien penyakit Ebola di Uganda, tahun 2000. Menurut data pemerintah Kongo, lebih dari 830 kasus Ebola strain Bundibugyo telah terkonfirmasi. Direktur Jenderal Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (CDC Afrika), Jean Kasey memperingatkan wabah Ebola yang melanda Republik Demokratik Kongo (DR Kongo) berpotensi menjadi yang terburuk dalam sejarah jika tidak segera dikendalikan. 
Memuat video…

Ringkasan Berita:
  • Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo terus memburuk dengan lebih dari 830 kasus dan hampir 200 kematian.
  • CDC Afrika memperingatkan krisis ini berpotensi melampaui wabah Ebola terbesar sebelumnya jika respons darurat dan pendanaan tidak segera diperkuat.
  • Kekurangan tenaga, fasilitas, dan penolakan masyarakat menjadi tantangan utama.

 

TRIBUNNEWS.COM - Wabah Ebola yang melanda Republik Demokratik Kongo (DR Kongo) berpotensi menjadi yang terburuk dalam sejarah jika tidak segera dikendalikan.

Peringatan itu disampaikan Direktur Jenderal Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (CDC Afrika), Jean Kaseya, saat pertemuan virtual yang mempertemukan para kepala negara Afrika dan donor internasional pada Selasa (16/6/2026).

Menurut data pemerintah Kongo, lebih dari 830 kasus Ebola strain Bundibugyo telah terkonfirmasi.

Sebanyak 196 orang di antaranya meninggal dunia.

Virus tersebut terus menyebar di tiga provinsi dan menimbulkan kekhawatiran besar karena hingga kini belum tersedia vaksin maupun pengobatan yang terbukti efektif untuk jenis Bundibugyo.

Rekomendasi Untuk Anda

Dilansir CNN, strain langka ini dapat menular melalui cairan tubuh, bahkan setelah penderita meninggal dunia, sehingga meningkatkan risiko penyebaran di masyarakat.

CDC Afrika Bandingkan dengan Wabah Ebola Terbesar

Jean Kaseya memperingatkan bahwa situasi saat ini dapat melampaui dua wabah Ebola terbesar yang pernah melanda benua Afrika.

“Jika kita tidak segera menghentikan wabah ini, situasinya akan lebih buruk daripada yang terjadi di Afrika Barat dan Kongo timur,” katanya.

Pernyataan tersebut merujuk pada wabah Ebola 2014–2016 di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone yang menewaskan lebih dari 11.000 orang, Al Jazeera melaporkan.

Baca juga: Bagaimana Ebola Berdampak pada Piala Dunia?

Ia juga mengacu pada wabah Ebola besar di wilayah timur Kongo pada 2018 yang sempat menjadi perhatian dunia.

Menurut Kaseya, jendela waktu untuk mengendalikan wabah saat ini semakin sempit.

Jika langkah cepat tidak dilakukan, biaya penanganan akan melonjak drastis.

Dana Darurat Masih Jauh dari Target

Uni Afrika sebelumnya meluncurkan rencana penggalangan dana sebesar 518 juta dolar AS untuk enam bulan ke depan.

Namun, hingga kini dana yang terkumpul masih jauh dari kebutuhan.

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas