Ini Hambatan dalam Bisnis E-Commerce
Beberapa di antaranya adalah ketakutan consumer terhadap produk yang diperjualbelikan melalui toko online.
Penulis:
Arif Wicaksono
Editor:
Fajar Anjungroso
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ada sejumlah tantangan dalam bisnis e-commerce. Beberapa di antaranya adalah ketakutan consumer terhadap produk yang diperjualbelikan melalui toko online.
Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Daniel Tumiwa, mengatakan bahwa ada tiga kendala yang diihadapi seperti keinginan membeli barang secara langsung, garansi atas barang yang dibeli dan pembelian melalui kartu kredit.
"Ketiga hal itu yang mewaspadai pembeli, realitanya adalah barang yang tidak sesuai gambar bisa dikembalikan, ada garansi, dan banyak pilihan untuk melakukan mekanisme pembayaran," kata Daniel Tumiwa, di Jakarta, Rabu (11/06/2014).
Ketakutan ini karena bisnis start up tidak melakukan sosialisasi terlebih dahulu. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa bisnis e-commerce memberikan proteksi bagi setiap pembelian barang. "Kalau beberapa e-commerce memberikan proteksi, seperti bibli yang mempunyai 16 metode pembayaran," katanya.
Meskipun ada halangan tercatat ada beberapa hal yang mendukung perkembangan bisnis online setelah mereka mulai memahami bisnis e-commerce.
Dalam survei tampak bahwa orang yang melihat-lihat toko online akan melakukan sejumlah aksi. Sekitar 70 persen responden akan melakukan aksi langsung, 88 persen responden akan melakukan riset dan 47 persen tidak melakukan transaksi.
"Banyak yang melakukan transaksi setelah memahami e-commerce, Jadi dibutuhkan edukasi untuk memahami bisnis toko online, ini yang harus dilakukan," katanya.
Baca tanpa iklan