Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Peneliti Ungkap Rahasia Dagu Runcing Manusia

Dibanding spesies manusia terdahulu, Homo sapiens modern memiliki bentuk dagu yang lebih kecil dan tajam

Peneliti Ungkap Rahasia Dagu Runcing Manusia
IST

TRIBUNNEWS.COM – Dibanding spesies manusia terdahulu, Homo sapiens modern memiliki bentuk dagu yang lebih kecil dan tajam. Dari penelitian-penelitian sebelumnya, dikatakan bahwa bentuk dagu manusia sekarang ini sebagai akibat gaya tekan rahang yang dihasilkan dari aktivitas mengunyah.

Namun, seorang antropolog dari University of Iowa, Nathan Holton, menemukan bahwa teori tersebut tidak benar. Nyatanya, tulang rahang manusia sudah mampu menahan segala bentuk tekanan sejak usia tiga tahun.

Dalam hasil penelitian yang diterbitkan Journal of Anatomy ini, Holton menyebutkan bentuk dagu manusia modern adalah bagian dari evolusi tulang rangka manusia yang semakin kecil dari masa ke masa.

Genus Homo, termasuk manusia, Neanderthal, dan jenis manusia purba lainnya, mengalami pengecilan rangka yang paling signifikan, dengan Homo sapiens tercatat sebagai yang paling kecil dari jenis lainnya.

Holton menyebutkan bahwa bentuk dagu yang tajam adalah dampak sekunder dari proses pengecilan rangka wajah manusia.

Sementara itu, penyebab rangka wajah manusia semakin kecil adalah karena adanya perubahan hormonal yang berhubungan pada berkurangnya aktivitas berbahaya yang dialami manusia sebagai efek domestikasi wajah manusia.

Holton juga meneliti bentuk evolusi hidung genus Homo untuk mendukung penelitian tersebut. Terbukti, rongga nasal tidak perlu ikut membesar atau mengecil mengikuti ukuran tubuh agar dapat menyediakan udara untuk manusia. "Itu berarti, ukuran rangka wajah juga tidak perlu berubah ukuran demi menyesuaikan ukuran hidung atau dagunya," kata Holton.

Ikuti kami di
Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
Tags
peneliti
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas