Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun
LIVE ●
tag populer

Kotoran Gajah Bisa Jadi Kertas, Kok Bisa?

Setelah itu, kotoran direbus agar baunya hilang. Kemudian, hasil rebusan kotoran dijemur selama tiga hari sampai empat hari.

zoom-in Kotoran Gajah Bisa Jadi Kertas, Kok Bisa?
Kompas.com/Anne Anggraeni Fathana
Siapa sangka ternyata Anda malah bisa menulis dan menggambar di atas kotoran gajah. 

TRIBUNNEWS.COM - Bau, menjijikkan, dan geli bisa jadi adalah tiga hal pertama yang tebersit dalam pikiran ketika melihat kotoran gajah.

Namun, siapa sangka, ternyata Anda malah bisa menulis dan menggambar di atasnya?

"Kotoran gajah mengandung banyak serat dan bisa didaur ulang jadi kertas," ujar I Made Artawan, Staf Safari Poo Paper, di Bali Safari dan Marine Park (BSMP), Selasa (10/5/2016), di Kabupaten Gianyar, Bali.

Untuk memperoleh kertas dari kotoran gajah, beberapa tahap diperlukan. Langkah pertama, tentu saja, proses pembersihan kotoran, dengan menggunakan air yang mengalir.

Setelah itu, kotoran direbus agar baunya hilang. Kemudian, hasil rebusan kotoran dijemur selama tiga hari sampai empat hari, lalu diangkat untuk digiling.

Pada proses penggilingan ini, kotoran gajah dicampur bubur kertas. Komposisinya menggunakan perbandingan 20 persen dan 80 persen. Kedua material tersebut dicampur bersama lem kanji agar lengket.

Selanjutnya, bahan dicetak pada screen—alat pencetak—dan dijemur kembali selama empat jam. Jika sudah kering, cabut perlahan. Selembar kertas sudah jadi.

Rekomendasi Untuk Anda

 

Kompas.com/Anne Anggraeni Fathana Sebelum menjadi kertas, kotoran gajah melalui proses pengolahan selama satu minggu. 

Kertas yang memakai bahan kotoran gajah memiliki tekstur lebih kasar dan tebal karena serat dari kotoran itu.

Di luar tekstur dan ketebalan, tak ada yang beda dari kertas ini dengan kertas lain. Penggunaan campuran bubur kertas menjadikannya seputih kertas lain.

"Proses dari kotoran menjadi kertas memakan waktu sekitar satu minggu," ujar Artawan.

Artawan menambahkan, tidak semua kotoran hewan bisa diolah kembali menjadi produk seperti ini. Contohnya, sebut dia, kotoran sapi yang sangat halus dan tak berserat.

"Sejak 2011, Bali Safari membuka tepat pengolahan ini untuk mengubah limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat," ujar Artawan.

Sebagai gambaran, seekor gajah dalam satu hari dapat mengeluarkan sekitar 50 kilogram kotoran. Sehari, seekor gajah makan lebih kurang 200 kilogram rumput. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas