Tribun

Gerhana Matahari Cincin

Gerhana Matahari Cincin di 10 Provinsi, Paling Lama di Bengkulu

Di DKI Jakarta BMKG memperkirakan GMC akan bisa diamati mulai pukul 17.29 di Jakarta Selatan hingga matahari terbenam

Penulis: Yudie Thirzano
Gerhana Matahari Cincin di 10 Provinsi, Paling Lama di Bengkulu
BMGK
Gerhana Matahari Cincin diperkirakan bisa diamati di Indonesia dari 124 kota dan kabupaten di 10 provinsi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gerhana Matahari Cincin (GMC) diperkirakan akan terjadi di sebagian wilayah Indonesia pada Kamis 1 September 2016.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menguraikan bahwa gerhana ini akan teramati dari 124 kota dan kabupaten di 10 provinsi di Indonesia.

Wilayah provinsi yang dapat mengamati gerhana yaitu Sumatera Barat bagian Selatan, Bengkulu, Sumatera Selatan bagian Tenggara, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa
Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur bagian Barat.

GMC ini dapat diamati pada saat Matahari akan terbenam.

Menurut BMKG durasi gerhana terlama di Indonesia adalah di Kota Manna, Bengkulu, yaitu selama 34 menit 30,1 detik.

"Secara umum, kontak pertama GMC 1 September 2016 di Indonesia adalah di Pacitan yang terjadi pada pukul 17:26:00,9 WIB untuk selanjutnya menyebar ke daerah lainnya," tulis BMKG dalam keterangan resmi, Selasa (30/8/2016).

Di wilayah DKI Jakarta, BMKG memperkirakan GMC akan bisa diamati mulai pukul 17.29 di Jakarta Selatan hingga matahari terbenam di seluruh wilayah DKI Jakarta termasuk Kepulauan Seribu.

Proses Gerhana

proses-gerhana-matahari-cincin-1-september-2016-bmkg_20160830_155945.jpg
Penjelasan BMKG tentang proses Gerhana Matahari Cincin 1 September 2016

BMKG menjelaskan proses gerhana dimulai saat Kontak Pertama terjadi, yaitu ketika piringan Bulan, yang ditampilkan berupa lingkaran putih dengan garis putus-putus, mulai menutupi piringan Matahari, yang ditampilkan berupa lingkaran berwarna kuning.

Seiring berjalannya waktu, piringan Matahari yang tergerhanai akan semakin besar hingga hingga mencapai puncaknya yang disebut sebagai Puncak Gerhana.

Pada saat puncak gerhana tersebut, besaran piringan Matahari yang tergerhanai bergantung pada magnitudo gerhana, yaitu perbandingan antara diameter Matahari yang tergerhanai oleh Bulan dan diameter Matahari secara keseluruhan saat puncak gerhana terjadi.

Magnitudo GMC 1 September 2016 terbesar yang teramati dari Indonesia adalah 0,121 yaitu di Pacitan, Jawa Timur.

Setelah itu, piringan Matahari yang tampak tergerhanai akan semakin kecil hingga akhirnya Bulan terakhir kali menutupi piringan Matahari, yaitu saat Kontak Terakhir.

Lama waktu dari kontak pertama hingga kontak terakhir atau saat Matahari terbenam, jika Kontak Terakhirnya terjadi setelah Matahari Terbenam, disebut sebagai Durasi Gerhana dan lama waktunya bervariasi dari satu kota ke kota lainnya.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas