Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Frigate Gepard, Kapal Perang Rusia yang Dijejali Berbagai Sistem Senjata Canggih

walaupun kelasnya hanya fregat, Gepard diimbuhi sistem senjata untuk melancarkan perang terhadap ancaman di bawah permukaan dan atas permukaan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Frigate Gepard, Kapal Perang Rusia yang Dijejali Berbagai Sistem Senjata Canggih
Net/Angkasa

TRIBUNNEWS.COM - Jika TNI AL masih setia menggunakan korvet lawas dari kelas Parchim, di Rusia kapal perang kelas ini sudah digantikan oleh fregat dari kelas Gepard (Project 1161).

Gepard sendiri mewakili kelas kapal dengan desain yang berasal dari jaman peralihan ketika Uni Soviet pecah, dan ditujukan untuk menggantikan fregat kelas Koni, Grisha, dan tentu saja korvet Parchim.

Karena ditujukan untuk menggantikan kapal perang dari dua kelas berbeda, Gepard memiliki tonase ringan yang menjembatani antara korvet dan fregat.

Pemotongan baja untuk lunas dilakukan pada 1991 di galangan Zelendanosk, tetapi sejumlah langkah penghematan biaya membuat dinas aktifnya tertunda sampai 2003.

Kapal pertama, Tatarstan, bertugas di armada Laut Kaspia disusul Dagestan dan Buresvetnik.

Lambung Gepard dibuat dari baja, yang dibagi ke dalam sepuluh kompartemen tahan banjir yang mencegah tenggelamnya kapal pada saat menerima serangan, bahkan apabila kerusakannya terjadi pada dua sisi sekaligus.

Bagian superstrukturnya dibuat dari alumunium dan magnesium untuk menjaga agar tetap ringan.

Rekomendasi Untuk Anda

Gepard sendiri memiliki hangar dan dek helikopter untuk helikopter anti kapal selam kelas Ka-26 Hormone.

Sistem propulsi dari Gepard mengandalkan kombinasi CODOG (Combined Diesel or Gas) atau paduan mesin diesel dan turbin gas, yaitu satu mesin diesel Type 61D berdaya 8.000bhp dan dua mesin turbin gas yang masing-masing menyemburkan daya 29.300shp.

Kombinasi ini dapat membawa Gepard berlayar sejauh 5.000 mil laut dengan kecepatan jelajah ekonomis 10 knot.

Apabila dipacu maksimal, Gepard dapat melaju dengan kecepatan maksimal 28 knot. Sistem catu daya kapal disediakan oleh tiga mesin diesel berdaya 600kW.

Komplemen penuh awak yang mengoperasikan Gepard adalah 98 orang, walaupun dalam kondisi full load jumlah ini dapat ditambah sampai 103 orang. Endurance patroli dari Gepardhanya 15 hari karena keterbatasan ruang simpan perbekalan.

Hal ini tidak menjadi masalah saat kapal dioperasikan di Kaspia yang memang sempit, namun menjadi problematika tersendiri untuk negara yang tertarik membelinya.

Soal sistem senjata, walaupun kelasnya hanya fregat, Gepard diimbuhi sistem senjata untuk melancarkan perang terhadap ancaman di bawah permukaan dan atas permukaan.

Sistem senjata utamanya terdiri dari meriam dan rudal. Meriam utamanya adalah AK-176M kaliber 76,2 mm yang dapat menembak dengan kecepatan (teoritis) 120 peluru/ menit dengan jarak efektif 10km dan 314 butir peluru.

Sumber: Angkasa
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas