Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Tips Atasi Diare

Idul Adha Saatnya Makan Masakan Bersantan, Tapi Tetap Waspadai 5 Bahaya Ini!

Kurang afdal jika menu makanan daging saat Idul Adha tidak dimasak dengan santan, seperti gulai kambing, gulai sapi, dan soto daging, dan tongseng. Ny

Idul Adha Saatnya Makan Masakan Bersantan, Tapi Tetap Waspadai 5 Bahaya Ini!
Shutterstock
Makan daging dengan santan memang cocok untuk Idul Adha, tapi jika sampai terkena diare, Anda harus cari obat sakit perut yang tepat. 

Sama halnya dengan momen perayaan Idul Fitri, lebaran Idul Adha juga identik dengan makanan bersantan, terutama yang berbahan pokok daging. Makanan olahan daging, seperti daging sapi dan kambing, tentu akan memanjakan lidah para pecinta daging pada hari raya Idul Adha. 

Kurang afdal jika menu makanan daging tidak dimasak dengan santan, seperti gulai kambing, gulai sapi, dan soto daging, dan tongseng. Nyam… jadi lebih nikmat, bukan?

Momen idul adha adalah momen yang pas untuk berkumpul bersama keluarga besar, saling bercengkerama, dan pastinya, makan besar bersama. Anda pasti terpikat untuk melahap masakan daging bersantan yang ada di meja makan.

Namun, sebaiknya Anda perlu berhati-hati ketika menyantap masakan daging bersantan saat Idul Adha. Sebab, makan santan berlebihan dapat menimbulkan sederet bahaya bagi kesehatan. Santan adalah makanan yang mengandung lemak tinggi, lho!

Sebelum kalap menyantap santan, simak 5 bahaya makan santan berlebihan yang wajib Anda ketahui.

1) Menaikkan kadar kolesterol

Makanan olahan daging, seperti tongseng dan soto, memang terasa jauh lebih gurih jika menggunakan santan. Namun, wajib Anda ketahui bahwa santan mengandung lemak jenuh tinggi yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh Anda.

Kolesterol disebabkan oleh akumulasi atau penumpukan lemak jenuh dalam tubuh. Menurut Self Nutrition Data, santan memiliki kandungan lemak yang sangat tinggi. Segelas santan mengandung 57 gram lemak, dan 50 gram di dalamnya adalah lemak jenuh.

Dengan demikian, untuk menjaga kadar kolesterol, jangan kelabakan ketika menyantap makanan bersantan ya!

2) Tekanan Darah Tinggi

Jangan sampai tekanan darah tinggi kambuh saat Idul Adha. Mengonsumsi santan secara berlebihan akan memicu penumpukan plak, lemak jenuh, dan kolesterol yang tinggi juga dapat menyumbat pembuluh darah, sehingga aliran darah ikut terhambat.

Jika terjadi penyumbatan pada arteri dan pembuluh darah, maka tekanan darah Anda akan meningkat lebih tinggi.

3) Meningkatkan Berat Badan

Bahaya makan santan berlebihan selanjutnya adalah kenaikan berat badan. Perpaduan lemak yang terkandung dalam daging dan santan adalah “kolaborasi” ciamik untuk membuat diet Anda berantakan jika dikonsumsi berlebihan.

WHO merekomendasikan asupan lemak tidak lebih dari 30 persen dari asupan total energi harian, atau setara dengan 67 gram lemak per hari bagi Anda yang memiliki kebutuhan energi harian 2000 kalori.

4) Dapat menyebabkan alergi

Dilansir dari situs Medical News Today, santan ternyata mengandung karbohidrat yang dapat difermentasikan. Oleh karena itu, jika fruktosa atau gula dalam santan tidak dapat dicerna perut, akan tumbuh banyak bakteri di usus kecil. Hal ini dapat memicu alergi pencernaan bagi sebagian orang, terutama bagi penderita irritable bowel syndrome (IBS).

Karena kelapa dikategorikan sebagai kacang pohon (nut tree), sebagian orang yang memiliki alergi kacang-kacangan mungkin juga akan mengalami alergi kacang yang akan memunculkan beberapa gangguan pencernaan, seperti sakit perut, mual, muntah, dan diare.

5) Menyebabkan gangguan pencernaan

Tahukah Anda, makanan berlemak jenuh tinggi dapat menyebabkan gangguan pencernaan? Kandungan lemak yang terlalu tinggi dapat mengganggu keseimbangan bakteri yang hidup dalam usus, sehingga menyebabkan aneka gangguan pencernaan, termasuk diare.

Dengan kata lain, kandungan lemak pada santan dapat memicu diare pada sebagian orang. Apalagi, jika Anda memasak santan terlalu lama atau memanaskannya berulang-ulang.

Medical manager Consumer Health Division PT Kalbe farma, dr. Helmin Agustina Silalahi mengatakan, “Proses pengolahan santan yang terlalu lama ataupun berulang-ulang dapat merusak komponen lemak baik dalam santan.”

Selain itu, olahan bumbu di dalam masakan bersantan, seperti gulai, soto, dan tongseng, juga juga berperan penting dalam mekanisme terjadinya diare. “Terutama bumbu-bumbu yang merangsang usus seperti cabai , jahe dan merica yang terlalu banyak 

Lantas, bagaimana jika sudah telanjur alami diare?

entrostop produkCara mengobati diare yang efektif, konsumsi obat sakit perut yang tepat seperti Entrostop.

Jika diare telanjur menyerang Anda di hari Idul Adha, tak perlu khawatir. Salah satu cara mengobati diare adalah dengan mengonsumsi obat yang tepat. Salah satu obat diare yang tepercaya khasiatnya selama 47 tahun adalah Entrostop.

“Entrostop adalah obat yang berfungsi menyerap kuman, racun, dan penyebab diare lainnya yang ada dalam usus untuk dikeluarkan bersama tinja. Kandungan attapulgite diketahui dapat menyerap racun, kuman dan penyebab diare lainnya untuk dibuang bersama tinja, bekerja sinergis dengan pectin yang selain menyerap juga membantu memadatkan tinja sehingga diare dapat berhenti. Attapulgite dan pectin merupakan bahan alam yang diproses secara modern dan bekerja dengan benar untuk mengatasi diare sesuai anjuran para ahli kesehatan,” ungkap dr. Helmin.

Nah, kini Anda sudah tahu bahaya makan santan berlebihan, kan? Jangan sampai 5 bahaya makan santan di atas mengusik kebersamaan sakral Anda di hari raya, apalagi sampai terkena diare.

Untuk mencegah diare dan bahaya makan santan lainnya, disarankan pengolahan santannya tidak dimasak terlalu lama, dan yang paling penting, dikonsumsi secukupnya saja ya.

Selamat menyantap gulai kambing! 

Penulis: Bardjan

Ikuti kami di
Add Friend
  Loading comments...

Berita Terkait :#Tips Atasi Diare

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas