Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bahagia Dengan Diabetes

5 Cara Menurunkan Gula Darah Tinggi Saat Makan Besar Imlek

Tradisi makan besar di hari Imlek bersama keluarga tentu sayang jika dilewatkan. Khawatir komplikasi, diabetesi bisa turunkan gula darah tinggi kok.

BizzInsight
5 Cara Menurunkan Gula Darah Tinggi Saat Makan Besar Imlek
Shutterstock
Tradisi makan besar di hari Imlek bersama keluarga tentu sayang jika dilewatkan. Khawatir komplikasi, diabetesi bisa turunkan gula darah tinggi dengan 5 cara ini. 

TRIBUNNEWS.COM - Tahun Baru Imlek sudah di pelupuk mata! Beragam hidangan lezat khas Tionghoa terlintas di kepala. Sebut saja kue keranjang, yusheng, Siu Mie, sampai bebek panggang.

Biasanya diabetesi mengkhawatirkan gula darah melonjak setelah makan besar. Saat konsumsi kue keranjang, misalnya, dalam satu porsinya terkandung 482 kalori dengan total karbohidrat 109 gram! Padahal jumlah kalori yang dianjurkan penyandang diabetes adalah 1.250-1.500 kalori dalam sehari.

Tenang, diabetesi masih bisa berbahagia di hari raya Imlek sambil makan bersama kerabat dan sanak saudara. Kunci utamanya adalah bagaimana membatasi konsumsi agar gula darah Anda tidak melonjak.

Jika Anda ingin sekali mencicipi sajian Imlek, sebaiknya ambil dalam porsi kecil demi menghindari tabungan kalori yang masuk. Contoh ketika Anda ingin makan dendeng babi, ketimbang menghabiskan satu iris, Anda dapat mengkonsumsinya dalam porsi kecil.

Selain tips di atas, masih ada 5 cara menurunkan gula darah tinggi lainnya sehingga makan besar di hari Imlek pun tetap nikmat.

diabetasol-230120-2
Makan besar Imlek.

1. Sarapan dulu sebelum makan besar

Sajian Imlek memang menggoda perut. Tidak heran, sulit untuk meredam nafsu makan berlebih. Sebaiknya diabetesi tidak melewatkan waktu sarapan agar gula darah tetap stabil.

Penelitian yang dikutip Medical News Today, misalnya, mengatakan diabetesi yang tak melewatkan sarapan tidak akan makan berlebihan pada jam makan selanjutnya.

Selanjutnya, melansir Healthline, ahli gizi Jenna Freeman dari Universitas Negeri Ohio mengungkapkan, melewatkan sarapan dapat memicu naiknya resistensi insulin, kondisi yang memicu lonjakan gula darah. Jadi, jangan lupa sarapan sebelum berkumpul bersama keluarga!

2. Batasi asupan gula, ganti dengan camilan sehat

Anda bisa konsumsi kue kering, manisan kotak segi delapan, hingga kue keranjang yang akan Anda temukan saat Imlek, tapi perhatikan batas asupan gula harian. Pastikan jumlah gula yang masuk juga disesuaikan dengan jumlah karbohidrat yang dikonsumsi secara keseluruhan per hari.

Sebagai gantinya, Anda bisa mengganti makanan manis dengan camilan yang lebih sehat, rendah gula, dan kaya serat, seperti buah-buahan, kacang almond, gandum, yogurt, hingga alpukat. Selain indeks glikemik (IG) lebih rendah, Anda pun bisa merasa kenyang lebih lama.

3. Sempatkan aktivitas fisik setelahnya

Kalap makan saat perayaan Imlek? Jangan cemas! Anda bisa meluangkan waktu untuk berolahraga. Sebab, aktivitas fisik adalah pilihan mujarab sebagai cara menurunkan gula darah tinggi.

Salah satu tulisan yang dipublikasikan Harvard Health Publishing menyebutkan, berolahraga dapat menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin.

Usai pesta, luangkan waktu barang 20-30 menit untuk berolahraga. World Health Organization (WHO) menyarankan olahraga sebanyak 150 menit per minggu untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan. Beberapa olahraga yang cocok untuk penyandang diabetes adalah jalan cepat, senam aerobik, jogging, hingga renang.

4. Kurangi porsi karbohidrat

Tidak perlu say goodbye dengan hidangan nikmat khas Imlek. Anda masih bisa menyantap bakmi, choi pan, hingga babi panggang. Namun, pastikan ketahui asupan karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh.

Makanan berat yang biasa disajikan saat Imlek memiliki karbohidrat tinggi. Studi yang dilansir WebMD menyatakan, karbohidrat tinggi adalah salah satu penyebab utama naiknya gula darah. Untuk itu, memangkas asupan karbohidrat adalah cara untuk mengurangi gula darah tinggi.

Penyandang diabetes dapat mengonsumsi karbohidrat 45 persen dari asupan kalori harian. Anda bisa mengganti sumber karbohidrat dengan serat yang tinggi. Jenis karbohidrat kompleks yang baik untuk diabetesi adalah gandum, jagung, kacang polong, dan kentang.

5. Konsumsi makanan pengganti khusus diabetes

Selain memperhatikan asupan karbohidrat, penyandang diabetes juga perlu mengkonsumsi makanan pengganti yang bernutrisi khusus untuk menjaga kadar gula dalam darah.

Diabetasol berperan penting sebagai makanan pengganti (meal replacement) yang diformulasikan khusus bagi penyandang diabetes yang memiliki indeks glikemik (IG) rendah, tinggi serat, serta dilengkapi dengan Vita Digest Pro yang menyajikan kombinasi karbohidrat lepas lambat, vitamin B, dan magnesium, sehingga dapat menstabilkan gula darah 

Kandungan rendah indeks glikemik dan tinggi serat inilah yang membedakan Diabetasol dengan produk susu lalnnya.

Diabetasol, asupan nutrisi makanan pengganti pilihan no. 1 bagi diabetes.
Diabetasol, asupan nutrisi makanan pengganti pilihan no. 1 bagi diabetes. (KalbeStore)

Selain itu, Diabetasol memiliki nilai gizi seimbang (260 kkal/saji) dan hadir dalam 3 varian rasa: Vanilla Chocolate, dan Cappuccino. Sajikan 2 kali sehari pada saat sarapan dan sebelum tidur sebanyak 4 sendok takar.

Selain meal replacement, Anda bisa melengkapi rangkaian produk nutrisi dari Diabetasol lainnya yaitu Diabetasol Sweetener sebagai pengganti gula, Diabetasol Bar sebagai snack diabetes, dan Diabetasol UHT yang mudah dibawa ke manapun.

Jangan biarkan diabetes menghalangi Anda untuk bercengkerama bersama keluarga. Mari sambut keberuntungan dan lawan diabetes #BersamaDia. Gong Xi Fa Cai!

Penulis: Bardjan/Editor: Dana Delani

 

Ikuti kami di
Add Friend
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas