Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
kalbe-health-corner
LIVE ●

Anak GTM? Ini Solusi Praktis Agar si Kecil Makan Lahap Lagi

Anak menolak makan hingga tutup mulut bikin orang tua cemas. Kenali GTM dan solusi praktis agar si Kecil tetap lahap.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Anak GTM? Ini Solusi Praktis Agar si Kecil Makan Lahap Lagi
Shutterstock
MASALAH GTM ANAK - Anak menolak makan hingga menutup mulut atau dikenal sebagai GTM kerap membuat orang tua khawatir. Yuk, simak solusi praktis agar si Kecil kembali makan lahap dengan nutrisi lengkap. 

TRIBUNNEWS.COM - Waktu makan yang seharusnya menjadi momen menyenangkan bersama si Kecil terkadang justru berubah menjadi tantangan bagi orang tua, terutama ketika anak melakukan Gerakan Tutup Mulut atau GTM.

GTM adalah perilaku anak yang menolak makan dengan cara mengatupkan mulut, memalingkan wajah, atau menunjukkan penolakan lain saat diberi makan. 

Fase GTM bukanlah kondisi sederhana yang terjadi karena anak ‘tidak mau makan’, namun bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari tumbuh gigi, rasa bosan, takut mencoba makanan baru, hingga adanya gangguan kesehatan. 

GTM perlu ditangani dengan tepat karena hal ini dapat berpengaruh terhadap pemenuhan nutrisi harian si Kecil. Melansir Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada, GTM yang berkepanjangan dapat meningkatkan risiko kekurangan asupan energi dan protein, serta defisiensi mikronutrien penting seperti zat besi, seng, dan vitamin D. 

Dalam kondisi yang lebih berat, GTM bahkan dapat berujung pada failure to thrive, yaitu kondisi ketika anak gagal mencapai pertumbuhan dan perkembangan sesuai kurva standar WHO. 

Atasi GTM pada Anak dengan Lebih Kreatif

Melihat dampak GTM yang tidak bisa dianggap sepele, orang tua perlu mengatasinya dengan cermat. Namun, menghadapi GTM bukan berarti harus selalu penuh tekanan. Dengan pendekatan yang tepat, waktu makan tetap bisa menjadi momen yang lebih menyenangkan bagi si Kecil kok, Bun!

Menurut IDAI, salah satu cara untuk mengatasi GTM adalah mengatur jadwal makan secara teratur, yakni tiga kali makan utama dan dua kali makanan selingan. 

Rekomendasi Untuk Anda

IDAI pun menekankan bahwa pemberian makan yang benar perlu memperhatikan ketepatan waktu makan, jumlah dan kualitas makanan, kebersihan dalam penyiapan dan penyajian, serta kesesuaian tekstur makanan dengan usia anak. Perbandingan makanan padat dan cair juga perlu disesuaikan agar anak dapat belajar makan secara optimal. 

Lingkungan makan juga berperan penting lho, Bunda! Biasakan anak makan di meja makan dengan suasana yang menyenangkan dan minim distraksi. Jika memungkinkan, ajak anak makan bersama keluarga. 

Orang tua juga disarankan untuk mendorong anak belajar makan sendiri. Saat anak menunjukkan tanda menolak makan, seperti menutup mulut atau memalingkan kepala, sebaiknya orang tua tidak memaksa. Tawarkan kembali secara perlahan, dan jika setelah 10-15 menit anak tetap menolak, proses makan dapat diakhiri agar anak belajar mengenali rasa lapar dan kenyangnya sendiri. 

Dalam menyiasati GTM, Bunda juga perlu ekstra kreatif dalam menyiapkan menu makan sehari-hari agar si Kecil tetap mau makan dan nutrisinya terpenuhi. 

Menyajikan makanan favorit anak dengan tampilan yang lebih menarik juga dapat membantu dalam meningkatkan minat makan si Kecil. 

Bunda juga bisa mengombinasikan warna dari sayur, membentuk makanan menyerupai karakter favorit anak, atau menyesuaikan tekstur makanan agar lebih mudah dikonsumsi sesuai usianya. 

Melibatkan anak dalam proses memilih makanan atau topping juga menjadi cara yang efektif. Ketika anak merasa dilibatkan, ia cenderung lebih antusias dan terbuka untuk mencoba makanan yang disajikan, sehingga waktu makan menjadi lebih menyenangkan. 

Solusi Praktis agar Nutrisi Anak Tetap Terpenuhi

Tentunya, Bunda tetap perlu memastikan agar anak mendapatkan nutrisi yang lengkap, terutama asupan protein yang berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. 

Bunda dapat memilih solusi praktis yang mudah dipadukan dengan menu harian si Kecil, seperti Milna Floss

Milna Floss adalah produk abon dari daging asli berkualitas, tersedia dalam varian Ayam dan Sapi, yang diformulasikan sebagai Makanan Pendamping ASI (MPASI) praktis untuk bayi usia 8 bulan ke atas. Produk ini dapat digunakan sebagai taburan atau campuran makanan agar rasa menjadi lebih lezat dan menggugah selera. 

Sebagai pelengkap MPASI, Milna Floss menjadi sumber protein yang berperan penting dalam mendukung perkembangan otak dan sistem imunitas anak. Teksturnya yang lembut dan halus memudahkan anak untuk mencerna dan nyaman dikonsumsi oleh bayi dan anak yang sedang belajar makan. 

Tak hanya itu, abon untuk anak ini dibuat dari bahan berkualitas seperti daging asli dan minyak kelapa, rendah gula dan garam, tanpa pengawet, tanpa penguat rasa, serta tanpa pemanis buatan. Kombinasi ini menjadikannya aman dan sesuai untuk mendukung kebutuhan gizi anak yang sedang mengalami GTM. 

Dengan penyajian yang praktis dan rasa yang disukai anak, Milna Floss dapat membantu membuat menu MPASI lebih menarik dan mendukung nafsu makan si Kecil, sehingga proses makan terasa lebih menyenangkan. 

Yuk mulai lebih aware terhadap GTM, Bun! Dengan Milna Floss sebagai solusinya, anak bisa makan lahap dengan nutrisi lengkap. 

Penulis: Andeska Gladiaventa | Editor: Anniza Kemala

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Terkini
Atas