Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Belajar Revolusi Mental Dari Para Tokoh Inspiratif

Para 11 tokoh inspiratif ini aktif berperan dalam berbagai kegiatan yang berkontribusi positif dan menginspirasi perubahan di masyarakat.

Belajar Revolusi Mental Dari Para Tokoh Inspiratif
dok. Kemenko PMK
Para 11 tokoh inspiratif yang aktif berperan dalam berbagai kegiatan yang berkontribusi positif dan menginspirasi perubahan di masyarakat. 

Untuk mendukung Indonesia Bersih, kisah inspiratif datang dari A’ak, sang penggagas Laskar Hijau yang merupakan organisasi kelompok relawan penghijauan yang berjuang untuk mengembalikan lingkungan yang rusak kembali menjadi ekosistem alami dengan konsep hutan setaman. A’ak berpesan agar masyarakat merubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan yang baik.

“Dalam menjaga lingkungan yang terpenting adalah mulai peduli dengan lingkungan sekitar, mulailah dari hal yang sederhana,” jelasnya.

Implementasi Gerakan revolusi mental selanjutnya dapat dilihat dari aktivitas Ridwan Alimudin pendiri Armada Pustaka Mandar yang berasal dari Sulawesi Barat. Melalui Gerakan Literasi Ridwan turut mendorong akses dan pembebasan biaya pengiriman buku pada tanggal 17 setiap bulannya melalui PT. Pos Indonesia ke seluruh penjuru Indonesia.

Ia berharap dengan adanya kegiatan yang dilakukan komunitasnya, tidak saja dapat terus meningkatkan minat baca masyarakat, tetapi juga secara khusus dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. “Gerakan kami saat ini sudah menjadi bagian dari revolusi mental,” jelas Ridwan.

Di Nusa Tenggara Barat khusunya di Kota Bima terdapat kisah inspiratif lainnya yang diungkapkan oleh Rangga Babuju pendiri Komunitas Babuju. Menilik kondisi Bima yang rawan konflik, Rangga mengutarakan bahwa muncul pandangan di masyarakat konflik merupakan salah satu cara agar pemerintah memerhatikan masyarakat Bima.

“Hal inilah yang harus dipahami dan saya harap melalui gerakan revolusi mental, maka konflik di Bima ini tidak lagi terjadi dan melalui Gerakan Indonesia Bersatu, maka saya ingin agar kesatuan dan kerukunan masyarakat di Bima dapat terwujud dan dipelihara,” ujarnya.

Kegiatan unik lainnya juga dilakukan oleh para tokoh inspiratif seperti the Nissa Wargadipura melalui Pesantren Ekologi Ath Thaariq yang didirikannya, Hasan Aoni Aziz yang melakukannya melalui aktivitas di dalam Omah Dongeng Marwah, pembangunan kemandirian masyarakat melalui koperasi yang dilakukan oleh Suroto, kegiatan Langit Negeri Indonesia yang dilakukan oleh Isnin Sholihin, serta Festival Payung Indonesia yang dilakukan oleh Heru Mataya.

Pertemuan dan diskusi ini menghasilkan komitmen bersama untuk membuat gerakan-gerakan perubahan dapat menular ke daerah-daerah lainnya di seluruh Indonesia. (*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas