3 Penyebab Kejenuhan Kerja Terumum
Awal-awal mulai bekerja sih seru-seru saja, tetapi kok, sekarang jadi begini, ya?
Editor:
Kisdiantoro
TRIBUNNEWS.COM - Setiap pagi, Anda butuh upaya superkeras untuk bangkit dan berangkat ke kantor. Bahkan, mencari motivasi untuk pergi ke kantor pun merupakan tantangan tersendiri. Meski Anda tidak mencintai pekerjaannya, tetapi Anda pun tidak mencintainya. Awal-awal mulai bekerja sih seru-seru saja, tetapi kok, sekarang jadi begini, ya?
Ini bisa jadi merupakan masalah kejenuhan di tempat kerja. Kadang, Anda mungkin tak akan menyadarinya hingga beberapa lama. Keluar dari kejenuhan ini kadang menjadi hal yang sangat sulit. Berikut ini adalah 3 penyebab terumum kejenuhan bekerja:
1. Sangat kelelahan
Saat
ini seperti ada pergerakan yang membuat semua karyawan harus bisa
multitasking. Anda pun jadi lebih sering pulang larut, mengerjakan tugas
yang kadang Anda rasa tidak masuk akal, tanggung jawab yang sangat
tinggi, tetapi tanpa ganjaran yang setimpal pula. Meski awalnya
tantangan yang diberikan membuat Anda terpacu, tetapi lama kelamaan
pekerjaan ekstra itu membuat Anda mulai merasa tidak sepadan. Anda pun
mulai merasa kelelahan dengan tuntutan tinggi dan tekanan konstan dari
perusahaan (atau bos Anda).
Ketimbang mencoba tersenyum dan menerima saja, coba bicarakan dengan bos Anda. Manager Anda bisa jadi sama sibuknya dengan Anda dan tak menyadari bahwa Anda mulai merasa hampa. Dengan berbicara kepada atasan mengenai tekanan pekerjaan dan solusi untuk menguranginya, siapa tahu sebagian beban pekerjaan Anda bisa diberikan kepada orang lain dan mendapatkan saran yang membantu kurangi stres.
2. Arah yang tak jelas
Anda
sudah berada di posisi kerja yang sekarang untuk sekian lama, tetapi
tidak ada kejelasan Anda akan diangkat menjadi karyawan tetap atau
mungkin meningkat posisi ke jabatan yang lebih tinggi. Anda pikir Anda
sudah membuktikan diri, tetapi entah mengapa selalu kolega Anda yang
mendapatkan proyek high profile, perhatian si bos, serta promosi.
Dalam situasi tipe ini, akan lebih bijaksana untuk menera ulang diri untuk bisa mengerti halangan potensial yang mencegah Anda untuk lebih maju secara profesional. Contoh, apakah Anda memiliki kemampuan yang tepat untuk menangani tanggung jawab lebih, atau bisakah Anda meningkatkan kemampuan kunci? Apakah Anda memiliki reputasi positif di tempat Anda bekerja, dan apakah ada permintaan atasan yang tak sanggup Anda penuhi atau bertabrakan dengan kolega? Pernahkan si atasan memberi tahu kelemahan Anda dan adakah upaya Anda untuk menanggulanginya?
Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tadi bisa membantu Anda menentukan langkah ke depan. Anda juga bisa bicara dengan bos untuk mengekspresikan ketertarikan Anda untuk lebih maju dan mencari tips bagaimana melakukannya (tentu dengan asumsi bos Anda adalah orang yang bisa diajak bekerja sama).
3. Pekerjaan yang Anda lakukan membosankan
Pada
awalnya, Anda mencintai variasi dan kecepatan kerja yang ada di
hadapan. Namun saat pekerjaan berulang itu membuat Anda ingin marah dan
sedih, bisa jadi Anda sudah tak lagi menikmati pekerjaan yang Anda
kerjakan, dan ini menyulitkan untuk mencari tahu apa langkah berikutnya.
Cara yang paling baik untuk memulai adalah dengan membuat daftar aspek-aspek pekerjaan yang memberi Anda kepuasaan. Contohnya, jika Anda senang menyusun jadwal acara, pertimbangkan apakah ada kesempatan lain untuk mengaplikasikan kemampuan itu di dalam perusahaan. Terlibat dalam organisasi acara yang dilangsungkan perusahaan setiap beberapa bulan sekali, seperti piknil pegawai, bisa mendorong semangat dan memperbarui antusiasme karier. Pertimbangkan pula untuk menjadi relawan di luar pekerjaan Anda untuk mendalami kebisaan Anda. Mengaplikasikan bakat Anda dalam cara yang menyenangkan bisa membantu mengubah cara pandang Anda terhadap kantor.
Terutama, ingat bahwa kebosanan di kantor tidak selalu berarti negatif. Faktanya, mencapai titik datar profesional bisa menjadi katalis terhadap perubahan positif, meningkatkan kepuasan bekerja. Dengan mempertimbangkan minat dan mengambil tindakan untuk mencari kepuasan saat bekerja bisa bantu Anda bersemangat berangkat bekerja.
Baca tanpa iklan