Nyeri Lutut Sering Diabaikan Perempuan, Ini Risiko yang Perlu Diwaspadai
Nyeri lutut saat naik tangga, pegal berkepanjangan, atau ketidaknyamanan saat berolahraga bisa jadi indikasi awal gangguan muskuloskeletal.
Penulis:
Eko Sutriyanto
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Perempuan sering mengalami nyeri lutut dan gangguan sendi yang kerap diabaikan, padahal bisa menjadi tanda awal masalah muskuloskeletal
- Menurut dokter Siloam Hospitals Mampang, faktor hormonal, anatomi, dan biomekanik meningkatkan risiko cedera dan osteoporosis pada perempuan
- Deteksi dini penting untuk mencegah kondisi yang lebih serius dan menjaga kualitas hidup.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Di tengah meningkatnya gaya hidup aktif, banyak perempuan menjalani berbagai peran sekaligus sebagai profesional, ibu, maupun individu yang aktif secara fisik.
Namun, di balik itu terdapat risiko kesehatan yang sering tidak disadari, yaitu gangguan pada tulang dan sendi yang dapat berkembang secara bertahap sejak usia muda.
Keluhan seperti nyeri lutut saat naik tangga, pegal berkepanjangan, atau ketidaknyamanan saat berolahraga kerap dianggap sebagai hal yang wajar.
Padahal, secara klinis, gejala tersebut dapat menjadi indikasi awal gangguan muskuloskeletal yang memerlukan perhatian medis lebih lanjut.
Dokter Spesialis Ortopaedi dan Traumatologi Siloam Hospitals Mampang, dr. I Made Yudi Mahardika, Sp.OT, mengatakan perempuan memiliki risiko lebih tinggi terhadap beberapa kondisi tertentu, seperti cedera ligamen lutut dan osteoporosis.
Baca juga: Nyeri Lutut Jangan Dianggap Remeh, Ketahui Gejala yang Perlu Diwaspadai
“Hal ini berkaitan dengan faktor hormonal, terutama peran estrogen dalam memengaruhi kekuatan ligamen dan kepadatan tulang, serta faktor anatomi dan biomekanik seperti struktur panggul dan pola gerakan tubuh,” ujarnya.
Secara medis, lanjutnya, risiko tersebut merupakan kombinasi dari faktor hormonal, anatomi, dan biomekanik, termasuk perbedaan struktur panggul dan pola gerakan tubuh pada perempuan.
“Karena itu, keluhan seperti nyeri lutut tidak boleh dianggap sebagai kelelahan biasa dan perlu dievaluasi sejak dini,” kata Made.
Lebih lanjut, keterlambatan dalam mengenali dan menangani gejala awal dapat berujung pada kondisi yang lebih kompleks, termasuk penurunan fungsi sendi hingga kebutuhan intervensi medis lanjutan. Karena itu, deteksi dini menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas hidup perempuan dalam jangka panjang.
Dalam peringatan HUT-nya, Siloam Hospitals Mampang menghadirkan edukasi interaktif melalui booth kesehatan yang bertujuan menjembatani informasi medis dengan pemahaman publik secara lebih komunikatif dan mudah diakses.
Ketua panitia acara, dr. Uli Asri Sihotang, mengatakan pengunjung tidak hanya mendapatkan edukasi seputar kesehatan tulang dan sendi, tetapi juga dapat mengikuti aktivitas dan games edukatif serta berkesempatan memperoleh voucher kesehatan.
“Kami juga menekankan pentingnya pencegahan dan deteksi dini gangguan muskuloskeletal,” ujarnya.
Program ini juga didukung mitra strategis melalui rangkaian pre-event sejak 21 April 2026 dalam kampanye Apresiasi Nakes pada Hari Kartini, serta dukungan media perempuan dan kehadiran atlet Pelita Jaya, Reza Guntara dan Russel Nyoo, yang memperkuat pesan pentingnya menjaga kesehatan fisik secara tepat dan berkelanjutan.
Baca tanpa iklan