Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
VS
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Pedasnya Cabai Cegah Penyakit Kanker

Capcaisin, zat yang menimbulkan rasa pedas pada cabai, diketahui efektif untuk mengurangi nyeri akibat penyakit artritis, rasa gatal

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM - Sebagai masyarakat Indonesia, sambal termasuk dalam kuliner Indonesia yang bisa membuat makanan terasa lebih nikmat dan merangsang nafsu makan. Bahkan tidak sedikit orang yang mengaku tidak sreg rasanya jika makan tanpa disertai sambal yang pedas.

Ternyata di balik itu, rasa pedas dari sambal tersebut memiliki manfaat untuk mengurangi rasa nyeri bahkan pencegahan kanker.

Capcaisin, zat yang menimbulkan rasa pedas pada cabai, diketahui efektif untuk mengurangi nyeri akibat penyakit artritis, rasa gatal, bahkan nyeri saraf.

"Saat kita makan cabai yang pedas tubuh akan mengeluarkan endorfin untuk menghambat rasa panas yang dianggap tubuh sebagai rasa nyeri," kata Paul Bosland, Direktur New Mexico State University Chile Pepper Institute.

Menurut dia, capcaisin juga bisa dimanfaatkan untuk orang-orang yang menderita penyakit psoriasis untuk mengurangi rasa gatal dan inflamasi.

Beberapa penelitian juga mengaitkan capcaisin dengan penurunan berat badan, meski belum didukung oleh data-data yang kuat.

Dr. Ashwin Mehta, dari University of Miami's Miller School of Medicine, mengatakan capcaisin diduga kuat mampu membunuh sel kanker prostat.

Rekomendasi Untuk Anda

"Dalam tes di laboratorium para peneliti menemukan kaitan tara peningkatan kematian sel kanker dengan capcaisin," katanya.

Ada juga studi yang menemukan bahwa orang yang sering mengasup cabai lebih jarang menderita kanker prostat. "Ini tidak berarti cabai mengobati kanker prostat, tetapi untuk pencegahan," kata Bosland.

Ia menjelaskan, cabai juga sarat akan karotenoid dan flavonoid, yang bisa melawan radikal bebas dalam tubuh. Seperti diketahui radikal bebas adalah penyebab kanker.

Menurut penelitian para ilmuwan dari Universitas Maryland Medical Center, capcaisin yang sudah dilarutkan juga bisa dipakai untuk mengatasi infeksi telinga. Bahkan ada penelitian yang mengaitkan komponen itu untuk mengatasi heartburn.

Namun capcaisin yang dipakai dalam penelitian-penelitian tersebut adalah capcaisin murni yang sudah diekstrak dan mengandung 15 juta scoville unit, atau ukuran tingkat kepedasan cabai.

Sebagai perbandingan, cabai paling pedas di dunia, yakni Trinidad Moruga Scorpion, mengandung 1,2 juta scoville unit, dan jalapeno mengandung 5.000 unit. Efek panas setelah mengonsumsi cabai-cabai tersebut bisa bertahan sampai 20 menit.

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas