Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Menkes Tak Bisa Jawab Pertanyaan Tentang Rokok

Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi mengaku tidak bisa menjawab pertanyaan kritis yang diajukan kepada dirinya terkait rokok.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eko Sutriyanto

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS, JAKARTA - Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi  mengaku tidak bisa menjawab pertanyaan kritis yang diajukan kepada dirinya. Dia pun kebingungan menjawab pertanyaan tentang petugas kesehatan yang merokok.

"Kampanye anti rokok harus dimulai dari lingkungan bidang kesehatan. Tapi sanksi apa yang diberikan  kalau petugas kesehatan menjadi perokok? Jujur saya saya susah menjawabnya," tuturnya di Kemenkes, Selasa (11/9/2012).

Nasfiah mengaku tidak punya kewenangan apapun. "Dirinya tidak bisa memutasi ataupun memecat pegawai. Tapi mungkin petugas kesehatan harus dihantui siang tiap malam sampai kapok," tuturnya disambut tawa hadirin.

Pertanyaan lain yang susah dijawab dirinya adalah apakah Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas)  akan menanggung masyarakat miskin yang terkena kanker atau stroke yang dipicu karena kebiasaan merokok.

"Pertanyaan itu muncul saat kunjungan ke Puskesmas di daerah.  Terus terang enggak tau jawabnya. Enggak tau. Satu pihak Jamkesmas merupakan hak orang miskin. Mengunakan uang sedikit untuk rokok juga  hak mereka.  Ini pertanyaan sulit," tuturnya.

Sebenarnya di beberapa negara negara, bisa dilakukan dengan  menuntut pabrik rokok untuk membiayai. Tapi perusahaan rokok bisa berkilah mereka telah menuliskan dampaknya," tuturnya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas