Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Tujuh Kesalahan Fatal yang Bikin Bercinta Tak Sukses

Inilah tujuh kesalahan perilaku dan ucapan yang potensial memicu kegagalan aktifitas bercinta.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Bila ia menolak, temani saja. Hitung-hitung sekalian foreplay. Kemudian, sehabis berhubungan intim, bersihkan area vagina supaya sisa cairan sperma yang tumpah tidak malah membuat kuman berkembang biak. Anda tentu tak mau jadi keputihan karenanya.

Tertidur di tengah sesi bercinta

Yah, beginilah kalau Anda tak sanggup menolak ajakan pasangan untuk berhubungan intim, padahal Anda sudah ngantuk berat. Saat foreplay saja Anda sudah menguap berulang kali.

Belaiannya yang lembut  bukannya membangkitkan gairah, malah meninabobokan Anda. Yang Anda pikirkan hanyalah, kapan sesi ini berlalu. Ladies, ekspresi Anda yang tak acuh itu bisa melukai perasaannya, lho. Kalau Anda memang tak sanggup menolaknya, maka Anda harus mengumpulkan energi untuk membalas sentuhannya.

Dosa yang lain berkaitan dengan tidur adalah seperti ini: ketika Anda ngantuk berat, si dia berkeras Anda harus mau berhubungan intim. Tetapi giliran dia yang mengantuk, dia akan langsung tidur saja tanpa memedulikan Anda. Ini artinya hubungan Anda tidak seimbang.

Terlalu cepat ejakulasi

Idealnya, perempuan mencapai klimaks lebih dulu. Karena kalau laki-laki yang orgasme duluan, Anda berdua harus memulai lagi dari awal supaya Anda bisa orgasme, dan ini tentu butuh waktu lama.

Rekomendasi Untuk Anda

Yang parah, laki-laki sering tak mau bilang kalau ia sudah hampir ejakulasi. Padahal, memberitahu pun bukan berarti tindakannya sudah benar. Artinya, ada ketidakseimbangan relasi seksual antara Anda dan dia. Pria harus lebih mampu mengontrol ejakulasinya, dan memastikan bahwa pasangannya pun menikmati sesi bercinta ini.

Membanding-bandingkan dengan mantan

Mungkin si dia sebenarnya ingin mengungkapkan bagaimana sesuatu harus dilakukan, terutama jika Anda belum berpengalaman. Tetapi, masa sih harus mengambil contoh dari mantan kekasih atau mantan istrinya?

Meskipun hal itu berguna, Anda mungkin tak ingin mendengarnya karena hal itu berkaitan dengan mantannya. Anda merasa dibanding-bandingkan, dan fakta bahwa si mantan lebih berpengalaman dari Anda, tentu akan menyakitkan bagi Anda. Lebih baik, Anda berdua saling mengeksplorasi dari awal, karena toh setiap orang berbeda. (Felicitas Harmandini/ NineMSN)

Klik TRIBUN JAKARTA Digital Newspaper
(Berita, artikel dan foto-fotonya dijamin WOW!)

Baca Artikel Menarik Lainnya

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas