Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Kesehatan
LIVE ●

Komnas PA: Ganti Direksi RS yang Tolak Dera!

Aris juga menyebut alasan penolakan rumah sakit karena kamar penuh, tidak bisa dijadikan pembenaran.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Bahri Kurniawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus kematian Dera Nur Anggraini, bayi berumur seminggu yang meninggal dunia setelah ditolak 10 rumah sakit, mengundang berbagai komentar dari berbagai pihak.

Salah satu komentar datang dari Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait, yang datang menjengkuk orangtua Dera, di rumahnya di Jalan Jatipadang Baru RT 14/6, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (18/2/2013).

"Kami melakukan kunjungan, karena prihatin terhadap masalah ini," ujar Arist.

Pria berambut gondrong juga menyayangkan sikap rumah sakit yang menolak Dera. Padahal, Pemprov DKI telah mencanangkan program Kartu Jakarta Sehat, yang mencover fasilitas kesehatan seluruh warga Jakarta.

"Gubernur sudah mencanangkan kartu sehat, dan itu bukan belas kasihan. Itu dasarnya UU kesehatan, dan memang untuk menangani masalah kesehatan. Seharusnya kejadian ini tidak perlu terjadi," tutur Arist.

Arist juga menyebut alasan penolakan rumah sakit karena kamar penuh, tidak bisa dijadikan pembenaran. Menurutnya, bagaimanapun juga rumah sakit harus menyediakan fasilitas bagi warga yang membutuhkan.

"Ini alasan klasik, tidak ada tempat dan lainnya. Ini Jakarta, pusat, harusnya tidak seperti itu," imbuhnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Pria brewok mengaku akan melaporkan kejadian tersebut ke Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Ia juga akan meminta gubernur mengganti direksi RSUD yang ikut menolak Dera.

"Semua rumah sakit yang sudah ditunjuk Jakarta Sehat yang menolak, termasuk Fatmawati, RSCM, dan Pasar Rebo, pimpinannya harus diganti," tegasnya.

Arist juga bakal berdialog dengan Jokowi terkait masalah tersebut, dan meminta keterangan dari pihak rumah sakit yang menolak Dera.

Ia menyebut masalah ini masalah yang amat besar, dan harus ditangani dengan serius, sehingga tidak terulang lagi.

"Itu yang akan kami pastikan, minta keterangan mereka. Besok saya akan ketemu gubernur. Kewajiban saya untuk ketemu," ucapnya. (*)

Sumber: TribunJakarta
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas